Kediri, jurnalmataraman.com – Ribuan santri dan alumni Pondok Pesantren Lirboyo menggelar istighosah dan doa bersama di halaman Kantor Pemerintah Kabupaten Kediri, Senin (20/10). Kegiatan ini menjadi bentuk aksi damai sekaligus ungkapan keprihatinan atas tayangan salah satu media swasta nasional yang dinilai merendahkan marwah kiai dan pesantren.
Istighosah dipimpin langsung oleh para tokoh santri dan turut dihadiri oleh Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana. Dalam kesempatan itu Bupati yang akrab disapa Mas Dhito juga ikut duduk bersama santri dan mengikuti jalannya doa bersama dengan khidmat.
Tak hanya berdoa para alumni santri Lirboyo juga menyampaikan sejumlah tuntutan secara tertib dan damai. Di antaranya permintaan agar pihak pemilik media bersangkutan, Chairul Tanjung datang langsung ke Pondok Pesantren Lirboyo untuk menyampaikan permohonan maaf kepada KH. Muhammad Anwar Manshur sebagai pengasuh pondok serta kepada seluruh keluarga besar Lirboyo.
Mereka juga mendesak agar pihak-pihak yang terlibat dalam penayangan video yang dianggap melecehkan tersebut diusut sesuai hukum yang berlaku. Selain itu para santri menginginkan adanya upaya pemulihan nama baik pondok pesantren dengan menghadirkan program berkelanjutan yang mengangkat nilai-nilai pesantren Lirboyo secara objektif.
Apabila terbukti terdapat unsur kesengajaan dalam penayangan konten yang dimaksud alumni juga meminta agar izin operasional lembaga penyiaran tersebut dapat ditinjau kembali oleh pihak yang berwenang.

Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana menyatakan dukungannya terhadap aspirasi para santri. Ia mengaku sangat menyayangkan adanya konten yang seolah menampilkan pesantren dalam citra negatif yang dapat menimbulkan gejolak di kalangan santri dan masyarakat.
“Bayangan saya bagaimana jika pondok sebesar Lirboyo diframing dengan narasi yang keliru, tentu santri dan masyarakat akan terusik. Ini harus menjadi pelajaran bersama agar lebih berhati-hati dalam menyampaikan informasi,” tutur Mas Dhito di hadapan peserta istighosah.
Usai kegiatan di Kediri, sebanyak 150 alumni santri Lirboyo diberangkatkan ke Surabaya menggunakan tiga armada bus. Di sana mereka dijadwalkan bertemu dengan alumni Lirboyo se-Jawa Timur di Masjid Al Akbar, sebelum melanjutkan perjalanan ke gedung DPRD Provinsi Jawa Timur untuk menyampaikan aspirasi secara kelembagaan.
( Editor : Yuli & Wahyu Adi )



