Kediri, jurnalmataraman.com – Dalam beberapa hari terakhir wilayah Kota Kediri dilanda cuaca panas ekstrem yang dirasakan warga terutama pada siang hari. Suhu udara tercatat mencapai 31 derajat Celcius membuat banyak masyarakat mengeluhkan hawa panas yang menyengat.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kediri, Joko Arianto menjelaskan bahwa fenomena ini disebabkan oleh kulminasi matahari yaitu ketika posisi matahari berada di selatan ekuator. Kondisi tersebut membuat sinar matahari jatuh lebih tegak ke permukaan bumi sehingga suhu udara meningkat dibandingkan hari-hari biasanya.

“Akibatnya, suhu siang hari terasa lebih panas dari biasanya. Berdasarkan hasil pemantauan, suhu udara di Kediri saat ini mencapai sekitar 31 derajat Celcius,” ujar Joko Arianto.
BPBD Kota Kediri mengimbau masyarakat agar mengurangi aktivitas di luar ruangan pada saat cuaca sedang panas menyengat. Selain itu, warga juga diingatkan untuk memperbanyak konsumsi air putih guna mencegah dehidrasi.
“Kami mengimbau agar warga menjaga kondisi tubuh tetap fit, tidak memaksakan diri beraktivitas di bawah terik matahari, serta memperbanyak minum air agar tidak mengalami kekurangan cairan,” tambahnya.

Lebih lanjut BPBD juga mengingatkan agar masyarakat tidak melakukan pembakaran sampah atau lahan secara sembarangan. Kondisi udara panas dan kering sangat berpotensi memicu kebakaran yang sulit dikendalikan.
Sementara itu berdasarkan laporan dari BMKG, cuaca panas ekstrem ini diperkirakan akan berlangsung hingga akhir Oktober mendatang. BPBD meminta warga tetap waspada dan menjaga kesehatan selama periode suhu tinggi ini berlangsung.
( Editor : Faisal & Wahyu Adi )



