Kediri, jurnalmataraman.com – Ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri bergotong royong membersihkan sisa-sisa puing pembakaran dan penjarahan di kantor Pemkab Kediri, Rabu (3/9). Kegiatan ini dilakukan untuk menata kembali ruang kerja dan menyelamatkan barang-barang yang masih bisa digunakan setelah kerusuhan yang terjadi pada Sabtu (30/8) lalu.
ASN membersihkan berbagai ruangan termasuk Bagian Protokol dan Pimpinan, Perencanaan dan Keuangan, Organisasi, Hukum, dan Umum. Selain membersihkan, mereka juga mendata dan menginventarisir barang-barang yang rusak maupun hilang untuk dilaporkan ke bagian aset.
Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, menegaskan bahwa meski kantor mengalami kerusakan parah, pelayanan publik tetap berjalan.
“Aktivitas pemerintahan tidak boleh berhenti. Kami tetap melayani masyarakat, meski dengan sarana dan prasarana seadanya,” ujarnya dalam konferensi pers.
Menurut Bupati, hampir seluruh perangkat komputer dan arsip penting musnah akibat kebakaran dan penjarahan. Kendati demikian, pemerintah berupaya mencari solusi agar ASN dapat tetap bekerja dengan optimal.
Sebagai langkah darurat, Pemkab Kediri memanfaatkan beberapa gedung di sekitar kompleks kantor untuk sementara waktu. Gedung Bhagawanta Bhari digunakan untuk empat bagian, yakni Perencanaan dan Keuangan, Perekonomian, Pembangunan dan Pengadaan Barang dan Jasa, serta Protokol dan Pimpinan. Wisma Tamu dimanfaatkan untuk Bagian Umum, Masjid digunakan oleh Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), sedangkan Bagian Pemerintahan menempati Gedung Bapenda lantai 1.
Pemkab Kediri memastikan proses inventarisasi kerusakan dan kehilangan aset akan dilakukan secara transparan. Data tersebut akan menjadi acuan untuk proses pemulihan fasilitas agar pelayanan publik dapat kembali berjalan normal.
( Editor: Ilham & Wahyu Adi )



