Kediri, jurnalmataraman.com – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kediri memindahkan sejumlah benda bersejarah dari Museum Bhagawanta Bhari ke tempat aman, Selasa (26/8) sore. Langkah ini diambil menyusul insiden anarkis berupa pembakaran, perusakan dan penjarahan yang melanda Kantor Pemkab Kediri, DPRD hingga sejumlah bangunan sekitar termasuk museum pada akhir pekan lalu.
Plt Kepala Disbudpar Kabupaten Kediri, Mustika Prayitno Adi menjelaskan dalam peristiwa tersebut sejumlah koleksi museum hilang. Benda bersejarah yang raib antara lain fragmen kepala Ganesha dan tiga koleksi wastra kain batik. Selain itu massa juga merusak miniatur lumbung serta arca Bodhisatwa.

“Benda bersejarah yang masih ada di dalam museum segera diamankan ke tempat yang lebih aman. Meskipun ada beberapa yang rusak dan lecet, kami akan tetap merawatnya sebagai bagian dari warisan kebudayaan daerah,” ujar Mustika.
Pihaknya juga mengimbau masyarakat yang merasa membawa, menemukan atau mengetahui keberadaan benda bersejarah tersebut untuk segera melaporkan ke Satpol PP Kabupaten Kediri maupun Dinas Pemadam Kebakaran. Pemkab Kediri bahkan menyiapkan layanan hotline resmi di nomor 08122951510 untuk memudahkan masyarakat memberikan informasi.
( Editor : Afraza & Wahyu Adi )



