Kediri, jurnalmataraman.com – Aksi demonstrasi di Kabupaten Kediri pada Sabtu (31/8) malam berujung ricuh. Ratusan massa membakar Kantor Bupati dan Kantor DPRD Kabupaten Kediri yang berada di kompleks perkantoran pemerintah daerah. Sejumlah ruangan di kedua gedung tersebut ludes dilalap api, sementara kobaran api juga merambat hingga ke kendaraan dinas yang terparkir di area kantor.
Pantauan di lokasi, api terlihat membesar di beberapa titik ruangan hingga menyebabkan kerusakan parah. Massa juga melakukan penjarahan setelah membakar gedung DPRD dan Kantor Bupati, dengan membawa sejumlah barang elektronik seperti televisi, komputer, laptop hingga perlengkapan kantor.
Tidak berhenti di situ, massa melanjutkan aksinya ke sejumlah kantor pemerintahan lain yang berada di sekitar lokasi. Kantor Dinas Pertanian, Kantor BPKAD hingga Gedung Wakil Bupati turut menjadi sasaran amuk massa. Mereka juga membakar kursi dan sejumlah perabotan di tengah jalan, sehingga membuat arus lalu lintas di kawasan tersebut lumpuh total.

Situasi semakin memanas ketika massa membakar Kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) yang hanya berjarak sekitar 30 meter dari gedung DPRD dan Kantor Bupati. Kobaran api melalap sejumlah fasilitas penting di kantor pelayanan publik tersebut. Aksi anarkis ini berlangsung selama beberapa jam sebelum akhirnya aparat TNI diturunkan untuk membubarkan massa. Sejumlah anggota terlihat berjaga ketat guna mengendalikan situasi.
Peristiwa ini disebut sebagai lanjutan dari aksi sebelumnya yang terjadi di Kota Kediri, di mana massa juga membakar Gedung DPRD Kota Kediri dan melakukan perusakan di Mapolres Kediri Kota. Hingga kini, pihak berwenang masih melakukan pendataan terhadap kerugian serta dampak yang ditimbulkan akibat kerusuhan tersebut.
(Editor : Trias M.A)



