Kediri, jurnalmataraman.com – Tradisi dan budaya tidak pernah lepas dari kehidupan masyarakat terlebih di Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Setiap memasuki bulan Suro khususnya pada hari Jumat Pahing warga Desa Kandangan Kecamatan Kandangan menggelar sebuah ritual sakral bernama Mendhem Golek Kencono.
Tradisi ini bukan sekadar seremoni budaya semata melainkan diyakini sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa serta penolak bala bagi masyarakat desa. Prosesi tersebut telah diwariskan secara turun-temurun dan tetap dijaga kelestariannya hingga saat ini.
Golek Kencono merupakan boneka kecil yang dibuat dari tepung ketan dan dibentuk menyerupai bayi laki-laki dan perempuan. Berdasarkan kisah turun-temurun, tradisi ini diyakini berakar dari masa Kerajaan Majapahit. Dahulu, masyarakat mempersembahkan bayi manusia sebagai tumbal demi keselamatan desa. Namun, seiring perjalanan waktu dan perkembangan peradaban, persembahan tersebut kemudian digantikan dengan boneka ketan sebagai simbolis.

Ritual Mendhem Golek Kencono diawali dengan penggalian di dua titik lokasi yang telah ditentukan. Boneka laki-laki dikuburkan di pertigaan Pasar Kandangan, sementara boneka perempuan dimakamkan di depan pos kamling Jalan Veteran, tepat di perbatasan antara Desa Kandangan dan desa tetangga. Prosesi pemakaman replika bayi ini dilakukan dengan penuh khidmat dan diiringi doa bersama, layaknya pemakaman manusia.
Kepala Desa Kandangan, Hendro Misdiono, menjelaskan bahwa tradisi ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan bersih desa yang rutin digelar setiap tahun.
“Tahun ini, selain ritual Mendhem Golek Kencono, kami juga mengadakan selametan dan doa bersama, pemberian santunan kepada anak yatim, serta pertunjukan wayang kulit sebagai bentuk pelestarian budaya,” terang Hendro.
Meski pada tahun ini Pemerintah Desa Kandangan mengurangi sejumlah kegiatan lomba dan hiburan umum karena bersamaan dengan agenda penting seperti pembentukan koperasi desa dan program ketahanan pangan, Hendro menegaskan bahwa esensi perayaan tetap berjalan meriah dan sarat makna.
Tradisi Mendhem Golek Kencono menjadi bukti bahwa nilai-nilai adat dan spiritualitas masih mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat Kediri.
( Editor : Ryan & Trias M.A )



