Kediri, jurnalmataraman.com – Warga Desa Gayam, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, digemparkan dengan penemuan sebuah arca kuno yang diduga merupakan peninggalan Kerajaan Kahuripan. Arca tersebut ditemukan secara tidak sengaja di lahan perkebunan tebu oleh seorang warga yang tengah membajak sawah.
Penemuan ini terjadi saat salah satu warga setempat, Tarmuji, sedang membajak sawah menggunakan traktor. Saat alat berat tersebut menghantam sebuah batu besar, ia kemudian menghentikan pekerjaannya dan mendapati batu tersebut adalah arca dengan bentuk menyerupai sosok manusia.
“Awalnya kami kira itu hanya batu biasa. Setelah diperhatikan lebih dekat, ternyata arca. Lalu kami laporkan ke perangkat desa,” ungkap Tarmuji.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri segera mengambil langkah cepat. Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas, Mustika Prayitno Adi, menjelaskan bahwa pihaknya langsung mengamankan arca tersebut dengan memindahkannya ke kantor Desa Gayam untuk mencegah kerusakan atau kehilangan.
“Langkah pertama adalah mengamankan arca dan memastikan lokasinya tetap terjaga. Selanjutnya kami akan berkoordinasi dengan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI untuk proses identifikasi dan konservasi lebih lanjut,” ujar Mustika Prayitno Adi.
Ia menambahkan bahwa pihaknya juga akan segera melaporkan penemuan ini kepada Bupati Kediri serta menyampaikan surat resmi ke BPKW XI yang berwenang menangani benda cagar budaya.
Namun, hingga saat ini kondisi arca belum dapat diidentifikasi secara lengkap karena bagian kepala arca yang memiliki empat wajah (catur muka) dalam kondisi rusak. Pemeriksaan arkeologis lanjutan diperlukan untuk memastikan asal-usul dan nilai historis dari temuan tersebut.
Pemerintah daerah berharap penemuan ini menjadi langkah awal dalam menggali potensi sejarah dan budaya yang tersembunyi di Kabupaten Kediri, serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian situs dan benda purbakala.
( Editor : Dimas & Trias M.A )



