Kediri, jurnalmataraman.com – Aksi brutal dilakukan sekelompok pemuda di Kecamatan Kandangan, Kabupaten Kediri. Dalam kondisi diduga terpengaruh minuman keras, mereka nyaris memicu kericuhan besar dan bahkan melakukan penyerangan terhadap aparat kepolisian yang sedang melakukan patroli pengamanan.
Kejadian tersebut terjadi di Desa Kacangan, kawasan yang berada di perbatasan Kabupaten Kediri dan Malang. Saat petugas gabungan melakukan pemeriksaan rutin, kelompok pemuda ini melakukan perlawanan dengan melempar batu, botol kaca, potongan kayu, hingga menyalakan petasan ke arah aparat.
“Awalnya kami hanya melakukan patroli biasa di wilayah Kandangan. Tapi tiba-tiba sekelompok pemuda melakukan aksi yang membahayakan. Kami terpaksa lakukan penertiban,” ujar Kapolres Kediri AKBP Bimo Ariyanto saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.
Untuk mengendalikan situasi yang sempat memanas, petugas terpaksa menembakkan gas air mata guna membubarkan massa. Setelah kondisi mulai kondusif, sebanyak 29 pemuda berhasil diamankan dan langsung digelandang ke Mapolres Kediri untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Kapolres menegaskan bahwa pihaknya akan bertindak tegas terhadap siapapun yang mencoba menciptakan kekacauan dan mengancam keselamatan petugas maupun masyarakat umum.
“Kami imbau masyarakat untuk tidak terlibat dalam kegiatan anarkis, apalagi yang berkaitan dengan konsumsi minuman keras. Kami juga minta para orang tua lebih mengawasi anak-anak mereka, terutama dalam hal pergaulan dan aktivitas di luar rumah,” tambah Bimo.
Hingga saat ini, aparat masih melakukan pemeriksaan terhadap para pelaku serta menyelidiki kemungkinan adanya pihak lain yang turut terlibat dalam aksi anarkis tersebut. Polisi juga akan memperketat patroli di sejumlah titik rawan untuk mencegah insiden serupa terulang.
(editor : Trias M.A)



