Jurnalmataraman.com
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA
No Result
View All Result
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA
No Result
View All Result
Jurnalmataraman.com
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Ritual Adat Manten Kucing, Tradisi Unik Masyarakat di Desa Pelem Memohon Hujan

by Editor
11 November 2024 | 12:08
Reading Time: 2 mins read
0
Ritual Adat Manten Kucing, Tradisi Unik Masyarakat di Desa Pelem Memohon Hujan

Tradisi Manten Kucing atau Memandikan Kucing, Digelar Masyarakat Desa Pelem, Kecamatan Campurdarat, Tulungagung ( Foto: Agus Bondan )

Tulungagung, jurnalmataraman.com – Tradisi unik manten kucing atau ngedus kucing yang digelar masyarakat Desa Pelem, Kecamatan Campurdarat, Tulungagung, pada Minggu siang (10/11), berhasil menarik perhatian ratusan pengunjung. Ritual ini digelar bersama aparatur pemerintah desa setempat dan masyarakat, untuk memohon hujan agar mengakhiri musim kemarau panjang yang telah melanda desa.

Ritual dimulai dengan prosesi arak-arakan sepasang kucing yang dihias layaknya pengantin, dari Balai Desa Pelem menuju aliran Sungai Coban Kromo, tempat ritual berlangsung. Sesampainya di lokasi, kedua kucing tersebut dimandikan dengan air bunga sebagai simbol permohonan agar hujan segera turun, sehingga aliran air di sungai yang kini mengering bisa kembali mengalir untuk kebutuhan irigasi sawah warga.

Kepala Desa Pelem, Mujialam, mengatakan bahwa tradisi ini sudah dilakukan oleh leluhur mereka secara turun-temurun, khususnya ketika musim kemarau panjang melanda.

“Maksud dan tujuan manten kucing adalah karena sudah adat yang mulai dulu kala sebelum kita menjabat sudah ada cerita manten kucing yang sebetulnya ngedus kucing, jadi yang dulunya dimulai oleh Eyang Cakra lalu kemudian ke mbah Suto Mojo sampai sekarang bertepatan yang menjabat Kepala Desa itu saya jadi yang mengadakan desa, tujuannya untuk minta hujan dan manten kucing bisa dilaksanakan pada waktu kemarau Panjang,” ujar Mujialam.

Menurut Mujialam, ritual manten kucing atau ngedus kucing menjadi cara warga Desa Pelem untuk memohon pada Tuhan agar segera diberi hujan

Setelah ritual mandi kucing selesai, acara dilanjutkan dengan kenduri atau selametan yang dipimpin oleh sesepuh adat setempat. Kegiatan ini tidak hanya memiliki makna religius dan budaya, tetapi kini juga menjadi salah satu daya tarik wisata budaya yang cukup menyedot perhatian masyarakat. Ratusan pengunjung tampak memadati kawasan Sungai Coban Kromo untuk menyaksikan langsung tradisi yang sudah berlangsung turun-temurun ini.

Dengan digelarnya ritual ini, warga Desa Pelem berharap doa mereka terkabul dan alam memberikan hujan yang mereka dambakan.

Penulis: Agus Bondan

Editor: Khania Nadin

Ikuti WhatsApp Channel JTV Kediri dan dapatkan informasi terbaru dengan klik link berikut s.id/jtvkediriwa

Bagikan di Media Sosial
Tags: headlineManten KucingTulungagung
ShareTweetShare
Next Post
Bantuan Sembako Bagi Masyarakat di Kota Blitar Membuat Penjualan Beras Sekarat

Bantuan Sembako Bagi Masyarakat di Kota Blitar Membuat Penjualan Beras Sekarat

Jurnalmataraman.com

© 2025 Jurnal Mataraman - Dekat dan Membangun .

Navigate Site

  • KONTAK
  • REDAKSI

Follow Us

No Result
View All Result
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA

© 2025 Jurnal Mataraman - Dekat dan Membangun .