Tulungagung, jurnalmataraman.com, Mayat yang mengapung di sungai Brantas masuk Kabupaten Tulungagung selama berjam-jam kini telah berhasil dievakuasi pada, Minggu, (21/1/2024) pagi.
Kasi Humas Polres Tulungagung, Iptu Mujiatno mengatakan, kronologi temuan mayat laki-laki yang mengapung di sungai Brantas masuk Desa Pakel, Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung bermula saat saksi Mujiono Fauzi berada di sekitar bantaran sungai Brantas mendapatkan informasi dari penjaga penyeberangan bahwa telah melihat mayat seseorang.
“Awalnya pada Sabtu kemarin sekitar jam 13.00 WIB saksi melihat kondisi yang diduga mayat telah mengeluarkan bau yang tidak sedap,” katanya, Minggu, (21/1/2024).
Kondisi arus air sungai yang cukup deras dan debit air yang tinggi membuat mayat tersebut hanyut ke arah Barat, hingga sekitar jam 18.00 WIB mayat tersebut tersangkut di bantaran sungai Brantas masuk Desa Pinggirsari, Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung.
Mendapati hal itu, pihak Polsek Ngantru menghubungi SPKT dan Inafis Polres Tulungagung serta BPBD Tulungagung.
Namun, setelah petugas datang di lokasi, kondisi sudah larut malam, sehingga mayat tidak dapat dievakuasi.
“Posisi korban berada di tengah sungai dan sungainya sangat dalam. Akhirnya diputuskan untuk melakukan evakuasi hari ini sekitar jam 08.30 WIB. Korban diketahui laki-laki, tapi identitas lengkapnya belum diketahui. Masih dalam proses identifikasi,” terang Mujiatno.
Evakuasi berhasil dilakukan dengan bantuan warga dan petugas. Saat ini mayat dibawa ke RSUD dr. Iskak Tulungagung untuk dilakukan identifikasi mayat.(mj/rga)



