Jurnalmataraman.com
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA
No Result
View All Result
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA
No Result
View All Result
Jurnalmataraman.com
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Temukan Boraks dan Rodamin B, Dalam Sidak Takjil Tulungagung

by Editor
8 April 2022 | 17:48
Reading Time: 2 mins read
0
Temukan Boraks dan Rodamin B, Dalam Sidak Takjil Tulungagung
Petugas sedang melakukan rapid test untuk mengetahui kandungan takjil.

Tulungagung, Jurnalmataraman.com, Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung melakukan sidak takjil sore tadi, (8/4). Hasilnya sungguh mengejutkan. Ditemukan takjil yang mengandung barang berbahaya yakni Boraks dan Rodamin b.

Kasi Farmasi dan Perbekalan Medis Dinkes Tulungagung, Masduki mengatakan, sidak takjil dilakukan dengan mengambil samlel dari beberapa wilayah Tulungagung. Dari sidak, terkumpul 106 sampel takjil yang dilakukan rapid test.

“Ini bertujuan untuk mengetahui kandungan takjil yang dijual kepada masyarakat Tulungagung. Selain itu, sidak ini bertujuan untuk memastikan konsumsi masyarakat aman,” tuturnya.

Masduki menjelaskan, dari 106 sampel takjil yang terkumpul, masih 54 sampel yang telah di uji. Dari sampel yang di uji ternyata ditemukan beberapa takjil yang mengadung bahan berbahaya.

“Ada dua takjil yang kami temukan mengandung barang berbahaya. Yakni jenis Rodamin B dan Boraks,” jelasnya.

Untuk jenis takjil yang mengandung Rodamin B dan Boraks adalah jenis krupuk goreng pasir dan krupuk uli. Berdasarkan informasi, krupuk pasir ini berasal dari Blitar, sedangkan untuk krupuk uli berasal dari Lumajang.

“Kami akan pastikan dulu dengan uji lab. Jika hasilnya positif mengandung barang berbahaya akan kami tindak lanjuti. Yakni dengan menyurati penjual serta produsen. Selain itu mereka juga akan mendapatkan resiko hukum,” paparnya.

Disinggung apakah ada takjil yang mengandung barang berbahaya dari produsen Tulungagung, Masduki mengungkapkan bahwa hingga 54 sampel yang diuji, pihaknya masih belum menemukan.

“Memang pada tahun lalu kami dapati takjil yang mengandung barang berbahaya dari Tulungagung. Tapi saat ini kami masih belum menemukan. Mungkin sudah ada perubahan dari produsen,” ungkapnya.

Masduki juga mengingatkan agar masyarakat tetap waspada jika hendak membeli takjil. Khusunya, hindari mengkonsumsi takjil yang memiliki warna mencolok dan tidak wajar.

“Mungkin kalau kita mengkonsumsi secara tidak langsung tidak akan memberikan efek pada saat itu juga. Namum efek akan dirasakan setelah bertahun-tahun ke depan,” pungkasnya. (mj/ham)

Bagikan di Media Sosial
Tags: headlineTulungagung
ShareTweetShare
Next Post
Tahun Depan, Pegawai Non ASN Tak Lagi Bekerja di Instansi Pemkab Tulungagung

Tahun Depan, Pegawai Non ASN Tak Lagi Bekerja di Instansi Pemkab Tulungagung

Jurnalmataraman.com

© 2025 Jurnal Mataraman - Dekat dan Membangun .

Navigate Site

  • KONTAK
  • REDAKSI
  • INDEKS
  • TENTANG KAMI

Follow Us

No Result
View All Result
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA

© 2025 Jurnal Mataraman - Dekat dan Membangun .