Kediri,jurnalmataraman.com –TULUNGAGUNG – Sebanyak 80 pemuda usia produktif mengikuti pelatihan kerja di Balai Latihan Kerja (BLK) Tulungagung mulai 31 Maret 2026. Program ini digagas Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Timur sebagai upaya menekan pengangguran sekaligus mendukung program pemerintah pusat di bawah Presiden Prabowo Subianto.
Para peserta yang lolos seleksi berasal dari Tulungagung dan Trenggalek. Mereka akan menjalani pelatihan intensif selama 260 hingga 280 jam pelajaran, atau sekitar 33–35 hari.
Kepala UPT BLK Tulungagung, Agus Setyawan, menjelaskan peserta didominasi pencari kerja yang belum memiliki pekerjaan, korban pemutusan hubungan kerja (PHK), hingga lulusan baru.
“Peserta berusia 17 sampai 45 tahun. Mereka ini memang disiapkan agar punya keterampilan dan bisa langsung terserap di dunia kerja,” ujarnya.
Pada tahap pertama, pelatihan difokuskan pada lima kejuruan utama, yakni:
- Pengelolaan administrasi perkantoran
- Practical office advance
- Juru gambar bangunan gedung
- Pengoperasian mesin produksi
- Servis sepeda motor sistem injeksi
Agus menambahkan, pelatihan ini dirancang berbasis kebutuhan industri sehingga kompetensi yang diajarkan relevan dengan pasar kerja.
Sementara itu, Kepala Disnakertrans Jawa Timur Sigit Priyanto menegaskan komitmen pemerintah dalam mengawal kesejahteraan pekerja. Mulai dari pelatihan hingga penempatan kerja, negara disebut hadir memberikan jaminan.
“Pemerintah memastikan warga mendapatkan haknya, termasuk akses pelatihan dan peluang kerja,” tegasnya.
Program ini menjadi salah satu langkah konkret Pemprov Jatim dalam membuka lapangan kerja baru sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah.
Editor : Dundi / Saldi



