Jurnalmataraman.com
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA
No Result
View All Result
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA
No Result
View All Result
Jurnalmataraman.com
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Masjid Al Alawi Banjarmlati Berdiri Sejak Abad 17

by Beny Kurniawan
3 Maret 2026 | 09:43
Reading Time: 2 mins read
0
Masjid Al Alawi Banjarmlati Berdiri Sejak Abad 17

Kediri, jurnalmatahari.com – Di tengah perkembangan kota, berdiri salah satu masjid bersejarah yang menjadi saksi perjuangan syiar Islam, yakni Masjid Al Alawi Kediri. Masjid yang berada di tepi Sungai Brantas, Kelurahan Banjarmlati, Kecamatan Mojoroto itu tetap terjaga keasliannya meski telah berusia ratusan tahun.

Masjid Al Alawi dikenal sebagai salah satu masjid tertua di Kota Kediri. Berdasarkan penuturan pengurus, masjid tersebut didirikan pada abad ke-17 oleh Kiai Ali Ma’lum yang berasal dari Kalangbret, Tulungagung. Pendirian masjid itu merupakan bagian dari misi penyebaran agama Islam di wilayah Kediri.

Dalam prosesnya, Kiai Ali Ma’lum menyusuri Sungai Brantas untuk mencari lokasi yang tepat. Saat menyeberangi sungai, ia menemukan kawasan yang masih berupa hutan namun tercium aroma melati yang harum. Karena itulah, kawasan tersebut kemudian dijadikan tempat tinggal sekaligus lokasi pembangunan masjid, yang selanjutnya dikenal dengan nama Banjarmlati.

Meski telah berusia sekitar 450 tahun, bangunan masjid masih mempertahankan bentuk aslinya. Arsitekturnya kental dengan nuansa Jawa, menyerupai pendopo, dengan empat tiang utama dan delapan tiang penyangga. Pada bagian atap limas segi empat, terdapat dua ruas balok kayu berhias ukiran yang diyakini sudah ada sejak awal berdirinya masjid.

Masjid ini tercatat pernah mengalami renovasi pada era 1980-an tanpa mengubah bentuk utama bangunan. Hingga kini, keaslian struktur dan ornamen kayu tetap dipertahankan.

Menurut pengurus masjid, Abdul Aziz, Masjid Al Alawi juga memiliki keterkaitan sejarah dengan sejumlah pondok pesantren besar di Jawa Timur. Keturunan Kiai Ali Ma’lum disebut menjadi pendiri beberapa pesantren ternama di Kediri, seperti Pondok Pesantren Lirboyo, Pondok Pesantren Al Falah Ploso (Jampes), serta Pondok Pesantren Batokan.

Hingga saat ini, Masjid Al Alawi masih aktif digunakan untuk kegiatan ibadah, mulai dari salat lima waktu hingga kegiatan tadarus Al-Qur’an dan pengajian selama bulan Ramadan.

(Editor : Saldi)

Bagikan di Media Sosial
Tags: berita kediriinfo kediriKediri
ShareTweetShare
Next Post
Warga Kediri Geruduk Pasar Murah Yang Digelar Oleh Pemprov Jatim

Warga Kediri Geruduk Pasar Murah Yang Digelar Oleh Pemprov Jatim

Jurnalmataraman.com

© 2025 Jurnal Mataraman - Dekat dan Membangun .

Navigate Site

  • KONTAK
  • REDAKSI

Follow Us

No Result
View All Result
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA

© 2025 Jurnal Mataraman - Dekat dan Membangun .