Blitar, jurnalmataraman.com – Di tengah meningkatnya kesadaran akan bahaya sampah plastik, warga RT 2 RW 2 Kelurahan Tanjungsari, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar menunjukkan langkah nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan. Pada momentum Hari Raya Iduladha tahun ini, mereka membungkus daging kurban menggunakan daun jati, menggantikan plastik sekali pakai yang selama ini umum digunakan.
Daun jati yang digunakan diperoleh dari pohon-pohon jati di sekitar lingkungan tersebut. Selain ramah lingkungan, penggunaan daun jati juga membawa pesan penting kepada generasi muda tentang pentingnya menjaga alam dengan cara yang sederhana namun berdampak besar.
“Kami ingin memperkenalkan kepada warga, terutama anak-anak muda, bahwa menjaga lingkungan bisa dimulai dari hal kecil seperti ini,” ujar Edi Wahyono, panitia arisan kurban.
Tak hanya dari sisi lingkungan, daging kurban yang dibagikan ini juga memiliki nilai kebersamaan yang kuat. Sapi kurban yang disembelih merupakan hasil dari arisan warga setempat yang rutin dilaksanakan setiap tahun. Dalam skema arisan ini, setiap tahun ada tujuh orang yang mendapat giliran berkurban.
Mahendra Agung Setyawan, salah satu peserta arisan kurban, menyampaikan bahwa program ini menjadi cara warga untuk saling membantu agar bisa berkurban meski secara ekonomi harus dicicil bersama.
“Arisan ini meringankan beban. Kami saling bantu agar semua warga bisa merasakan indahnya berkurban,” jelasnya.
Setelah proses penyembelihan dan pembungkusan selesai, panitia membagikan daging kurban kepada masyarakat sekitar. Momen ini juga menjadi ajang silaturahmi tahunan yang mempererat kerukunan dan kebersamaan antar warga.
Langkah sederhana warga Tanjungsari ini patut menjadi inspirasi. Selain memenuhi syariat ibadah kurban, mereka juga menjaga harmoni sosial dan lingkungan secara bersamaan.
(Dimas & Trias M.A)



