Kediri, jurnalmataraman.com – Mengantisipasi dampak flushing dari Waduk Wlingi dan Lodoyo, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati melakukan peninjauan langsung ke sejumlah titik aliran Sungai Brantas pada Minggu sore (27/4). Peninjauan dilakukan dengan menyusuri sungai menggunakan perahu karet, didampingi personel BPBD, TNI, serta unsur gabungan dari PMI dan Baznas Kota Kediri.
Dalam tinjauannya, Wali Kota yang akrab disapa Mbak Wali ini menekankan pentingnya kesiapsiagaan semua pihak menghadapi peningkatan debit dan kekeruhan air akibat flushing. Ia mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di sekitar sungai, mengingat potensi bahaya yang bisa muncul sewaktu-waktu.
“Flushing ini bisa meningkatkan debit air cukup signifikan, dan biasanya masyarakat justru antusias turun ke sungai untuk mencari ikan. Ini sangat berisiko,” ujar Vinanda.
Data dari BPBD Kota Kediri menunjukkan sejumlah titik rawan yang kerap dipadati warga saat flushing, seperti kawasan Jembatan Lama, belakang Ramayana, belakang Masjid Agung, hingga sekitar Semampir.
Untuk mengantisipasi potensi gangguan keselamatan, BPBD menyiagakan total 12 personel. Mereka terdiri dari 6 anggota TNI dan tim gabungan dari PMI serta Baznas. Tim akan menyisir area rawan dan memberikan peringatan langsung kepada warga.
“Keselamatan masyarakat adalah prioritas. Kami akan terus pantau dan bergerak cepat bila ditemukan potensi bahaya,” tambah perwakilan BPBD.
Pemerintah Kota Kediri berharap masyarakat turut bekerja sama dengan menaati imbauan untuk tidak beraktivitas di sungai selama proses flushing berlangsung.
(editor : Trias M.A)



