Trenggalek, jurnalmataraman.com – Peringatan Hari Jadi ke – 832 Kabupaten Trenggalek makin semarak dengan hadirnya gelaran Pasar Rakyat yang berlangsung sejak 20 hingga 30 Agustus 2026. Mengusung konsep unik bertajuk Trenggalek Zaman Dahulu, agenda ini sukses menyedot perhatian dengan melibatkan 188 UMKM lokal. Tidak sekadar menjadi ajang promosi dan transaksi, acara pameran ini juga menonjolkan pesan kuat tentang pentingnya kepedulian terhadap kebersihan lingkungan. Nuansa jadul atau zaman dahulu sangat kental terasa begitu pengunjung memasuki area pameran.
Suasana klasik ini diperkuat melalui sentuhan dekorasi, aneka jajanan dan kuliner tradisional, hingga pakaian bernuansa lawas yang wajib dikenakan oleh para pedagang. Konsep ini sengaja dirancang untuk menghidupkan kembali memori masa lalu, sekaligus menumbuhkan kebanggaan dan kecintaan masyarakat terhadap warisan daerahnya. Di balik gemerlap kemeriahan perayaan ini, isu pengelolaan sampah rupanya menjadi salah satu fokus utama panitia. Setiap pedagang diwajibkan menyediakan tempat penampungan sampah secara mandiri agar tanggung jawab kebersihan tidak sepenuhnya dibebankan kepada petugas kebersihan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup Trenggalek Cusi Kurniawati menegaskan, para pedagang harus memiliki kesadaran penuh bahwa limbah dari aktivitas usahanya adalah tanggung jawab masing-masing. “Pihak penyelenggara juga sudah menyediakan tong sampah di berbagai titik dan siap membantu mobilisasi pengangkutan sampah dengan dukungan penuh dari dinas,” jelasnya.
Dari kacamata ekonomi, kehadiran ruang publik ini menjadi wadah strategis bertemunya unsur pemerintah, komunitas, pengusaha, dan pelaku ekonomi akar rumput. Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Komidag) Trenggalek Saniran menyebutkan bahwa kolaborasi lintas sektor ini merupakan mesin penggerak roda perekonomian yang masif. Manfaat perputaran uang di arena pameran diharapkan tidak hanya dinikmati oleh para pelaku usaha, tetapi juga berdampak luas bagi kesejahteraan masyarakat sekitar.
Pemerintah Kabupaten Trenggalek juga tak lupa mengingatkan agar panitia dan pengunjung tetap memperhatikan ketertiban dalam penggunaan fasilitas umum. Salah satunya adalah pemanfaatan area di depan SMPN 3 Trenggalek yang harus dipastikan tetap bisa diakses secara leluasa untuk aktivitas belajar mengajar sekolah pada pagi hari.
Sebagai wujud nyata kepedulian sosial, rangkaian perayaan hari jadi ini juga disemarakkan dengan agenda konser amal dan kemanusiaan yang menghadirkan penyanyi religi Opick. Aksi panggung inspiratif ini didukung oleh Lembaga Manajemen Infaq (LMI) Trenggalek guna menggalang donasi bagi masyarakat yang membutuhkan di Palestina, Sumatera, serta Nusa Tenggara Timur.
(Editor: Trias / Dhamar)





