Blitar, Jurnalmataraman.com – Suasana duka mendalam menyelimuti kediaman keluarga Susanto di Desa Krisik, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar. Jenazah korban tragedi tenggelamnya kapal KM Virgo Transport Delapan tersebut akhirnya berhasil dievakuasi dan dimakamkan di tempat pemakaman umum setempat.
Kedatangan jenazah Susanto disambut isak tangis histeris keluarga saat peti mati dikeluarkan dari mobil ambulans. Almarhum meninggalkan seorang istri dan seorang anak perempuan yang masih berusia sebelas tahun.
Susanto menjadi korban tragedi tenggelamnya KM Virgo Transport Delapan di perairan Masalembo, Selat Jawa, pada tiga belas September dua ribu dua puluh enam. Pada saat insiden nahas tersebut terjadi, korban tengah melakukan perjalanan menggunakan truk logistik bersama sang adik, Reyner Fausta Yosilianto.
Sebelumnya, jenazah sang adik, Reyner, sudah lebih dulu ditemukan dua pekan lalu dan telah dimakamkan. Kini, jenazah Susanto dikebumikan di tempat pemakaman umum Desa Tulungrejo, berdampingan langsung dengan makam ayah serta adiknya tercinta.
Isak tangis keluarga tak dapat terbendung saat peti jenazah mulai diturunkan ke liang lahat. Puluhan pelayat yang hadir turut membantu proses pemakaman sekaligus memanjatkan doa untuk mengantar kepergian almarhum.
Hari Budi Setyawan, Kepala Desa Krisik, menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam atas musibah yang menimpa warganya tersebut. Pihak desa terus memantau dan memberikan dukungan moral kepada keluarga yang ditinggalkan.
Sementara itu, informasi ditemukannya jasad Susanto baru diterima pihak desa pada Senin malam. Berdasarkan informasi di lapangan, korban sempat terjebak di dalam bangkai kapal sebelum akhirnya berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan. ( Qithfirul Aziz )
( Editor : Trias / Nadia )



