Jombang, jurnalmataraman.com – Kecelakaan maut kembali terjadi di jalur tengkorak Kabupaten Jombang pada Jumat (15/5) pagi buta. Tiga orang remaja yang berboncengan satu motor tewas mengenaskan setelah dihantam truk fuso di simpang empat traffic light Jalan Raya Mastrip, Desa Kepuhkembeng, Kecamatan Peterongan, Jombang. Bukannya menolong, sopir truk fuso justru tancap gas melarikan diri.
Berdasarkan rekaman video amatir warga di lokasi kejadian, ketiga korban ditemukan terkapar di aspal dalam kondisi tidak bernyawa tak lama setelah benturan keras terjadi. Diketahui, ketiga korban merupakan pelajar yakni Rendra Alif (15) asal Prambon-Nganjuk, Zaki Absal (15) asal Wonokromo-Surabaya, dan Vanezyo (15) asal Kepuhbaru-Bojonegoro.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Jombang, Ipda Siswanto, menjelaskan kronologi awal insiden tersebut. Kecelakaan bermula saat sepeda motor yang dikendarai para korban melintas dari arah selatan menuju utara (arah Desa Kebontemu). Saat tiba di perempatan lampu merah, tiba-tiba sebuah truk fuso yang melaju kencang dari arah barat menuju timur (arah Surabaya) langsung menghantam kendaraan korban.
“Akibat tabrakan yang sangat keras, para korban terpental. Dua orang meninggal dunia seketika di lokasi kejadian, sementara satu orang lainnya mengembuskan napas terakhir saat dalam perjalanan menuju RSUD Jombang,” terang Ipda Siswanto.
Terkait keberadaan truk fuso yang kabur, Ipda Siswanto menegaskan bahwa pihaknya telah mengantongi ciri-ciri dan identitas kendaraan tersebut berdasarkan keterangan saksi serta rekaman di sekitar lokasi. Saat ini, tim gabungan tengah melakukan pengejaran terhadap sopir maut tersebut.
Guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut, ketiga jenazah korban telah dievakuasi ke kamar jenazah RSUD Jombang. Sementara itu, barang bukti berupa sepeda motor korban yang dalam kondisi ringsek telah diamankan di kantor Satlantas Polres Jombang untuk proses penyidikan perkara tabrak lari ini.
(Rep : Saiful Mualimin, Editor : Afif / Aqillah)



