Trenggalek, jurnalmataraman.com – Proses pencarian enam korban yang hilang akibat bencana longsor di Desa Depok, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek, mulai menunjukkan titik terang. Petugas gabungan yang terdiri dari tim SAR, BPBD, TNI, Polri, serta relawan terus berjibaku di lokasi kejadian sejak awal bencana terjadi.
Empat anjing pelacak telah dikerahkan untuk membantu mengidentifikasi lokasi korban tertimbun material longsor. Dari hasil pelacakan, ditemukan tiga titik yang diduga kuat menjadi lokasi tertimbunnya korban. Diperkirakan, para korban berada di kedalaman sekitar 10 meter di bawah timbunan tanah dan material longsor.
Kapolres Trenggalek, AKBP Ridwan Maliki, menyampaikan bahwa proses evakuasi akan segera difokuskan pada tiga titik tersebut dengan dukungan alat berat. “Dengan kondisi medan yang kini memungkinkan, alat berat sudah bisa masuk ke titik utama longsor. Ini akan mempercepat upaya pencarian dan evakuasi korban,” jelasnya.
Namun demikian, tim pencari masih menghadapi kendala cuaca yang tidak menentu. Hujan yang kerap turun menyebabkan pergerakan tanah di sekitar lokasi longsor masih terjadi, sehingga proses pencarian harus dilakukan dengan sangat hati-hati untuk menghindari longsor susulan.
Upaya pencarian akan terus dilakukan hingga seluruh korban ditemukan. Petugas mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan menjauhi area longsor guna menghindari risiko keselamatan.
( Editor : Ryan & Trias )



