Trenggalek, jurnalmataraman.com -Tim SAR Gabungan kembali melanjutkan upaya pencarian terhadap enam anak buah kapal (ABK) asal Jember yang hilang setelah Kapal Motor Sinar diduga mengalami kecelakaan laut di perairan Teluk Prigi Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek. Pada hari terakhir pencarian, tim terbagi menjadi dua regu untuk melakukan penyisiran di laut dan daratan sekitar bangkai kapal yang telah ditemukan.
Bangkai Kapal Motor Sinar ditemukan di perairan Teluk Prigi pada awal pekan ini, namun hingga kini enam ABK yang ada di dalam kapal tersebut masih belum ditemukan. Pencarian terakhir ini difokuskan pada area sekitar titik ditemukannya bangkai kapal. Tim SAR Gabungan yang terdiri dari personel Basarnas, TNI, Polri, serta relawan dibagi menjadi dua regu untuk memaksimalkan operasi pencarian.
Regu pertama akan menyisir area laut sejauh 10 mil dari lokasi bangkai kapal ditemukan, sedangkan regu kedua akan melakukan pencarian di sekitar pantai prigi hingga pulau-pulau kecil di sekitarnya.
Koordinator Pos SAR Trenggalek, Bayu Prasetyo mengatakan bahwa meskipun harapan untuk menemukan korban semakin menipis.

“Jika dalam pencarian hari terakhir ini tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan korban, maka operasi SAR ini akan kami tutup. Namun, kami tetap berharap agar para korban dapat ditemukan dan diselamatkan,” ujarnya.
Peristiwa ini bermula pada 27 Juni 2025 saat Kapal Motor Sinar berangkat dari perairan Pager Watu Ulo Jember menuju tujuan yang belum diketahui. Namun, kapal tersebut hilang kontak setelah beberapa waktu berlayar. Pihak keluarga dan rekan-rekan ABK kemudian melaporkan kejadian ini ke otoritas terkait. Setelah pencarian intensif, pada awal Juli tim SAR akhirnya menemukan bangkai kapal di perairan Teluk Prigi Trenggalek. Sayangnya, keenam ABK yang ada di kapal itu masih belum ditemukan.
“Kami sangat berharap agar Tim SAR dapat menemukan anggota keluarga kami yang hilang. Meskipun ini hari terakhir pencarian, kami tetap berdoa agar mereka segera ditemukan dalam keadaan selamat,” ungkap salah satu keluarga korban.
Harapan yang semakin menipis, pencarian akan dihentikan jika dalam operasi hari ini tidak ditemukan tanda-tanda apapun.
( Editor : Yuli & Trias M.A )



