Trenggalek, jurnalmataraman.com – Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 50 Trenggalek memastikan tidak membuka pendaftaran atau Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) secara umum seperti instansi pendidikan reguler pada umumnya. Proses rekrutmen peserta didik di sekolah ini sepenuhnya menggunakan skema penjangkauan khusus yang ditangani langsung oleh Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia.
Kepala SRT 50 Trenggalek, Yogyantoro, membeberkan bahwa meski tidak membuka jalur pendaftaran untuk publik, pihaknya telah menyiapkan rancangan kapasitas tampung yang cukup besar. Saat gedung permanen sekolah tersebut nantinya siap ditempati dan beroperasi penuh, SRT 50 diproyeksikan mampu menampung hingga 270 peserta didik.
“Daya tampung ini akan ditingkatkan melalui penambahan Rombongan Belajar (Rombel) yang mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA. Total nantinya akan ada 9 rombel yang disediakan, di mana masing-masing rombel berkapasitas 30 siswa,” jelas Yogyantoro dalam keterangannya, Kamis (11/6).
Sembari menanti kelengkapan infrastruktur permanen tersebut, Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di SRT 50 Trenggalek saat ini dipastikan tetap berjalan normal. Para siswa tengah fokus merampungkan tahapan Sumatif Akhir Semester yang dijadwalkan berakhir pada 12 Juni 2026.
Dalam operasional pembelajarannya, SRT 50 Trenggalek mengusung sistem pendidikan berbasis asrama (boarding school) dan menerapkan Kurikulum Nasional Plus. Meski para siswa tinggal di asrama binaan, pihak manajemen sekolah tetap memfasilitasi dan memberikan kesempatan bagi para orang tua untuk menjenguk buah hatinya sesuai dengan tata tertib yang berlaku.
( Editor : Saldi / Rahma )



