Kediri, jurnalmataraman.com – RSUD Kilisuci Kota Kediri menggelar bakti sosial khitanan massal gratis dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-5 rumah sakit tersebut. Kegiatan yang digelar saat libur kenaikan kelas itu diikuti puluhan anak usia SD hingga SMP yang berdomisili di Kota Kediri.
Sejak pagi, area RSUD Kilisuci dipenuhi anak-anak yang datang bersama orang tua mereka. Mereka bukan untuk berobat, melainkan mengikuti program khitan gratis yang telah menjadi agenda rutin rumah sakit setiap tahunnya.
Ketua Panitia sekaligus Subkoordinator Pelayanan Medis RSUD Kilisuci, drg. Gunawan, M.Kes, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian rumah sakit kepada masyarakat sekaligus bagian dari rangkaian HUT ke-5 RSUD Kilisuci.
“Ini sudah menjadi agenda tahunan kami sejak pertama kali RSUD Kilisuci hadir di Kota Kediri. Dari tahun pertama hingga sekarang memasuki tahun kelima, kegiatan sunatan gratis untuk warga terus kami pertahankan,” ujarnya.

Menurut Gunawan, khitan dipilih karena menjadi kebutuhan penting bagi anak laki-laki, baik dari sisi kesehatan maupun budaya. Karena itu, rumah sakit ingin membantu masyarakat yang membutuhkan layanan tersebut tanpa harus terbebani biaya.
“Harapannya bisa meringankan kebutuhan masyarakat. Daripada orang tua harus mengkhitankan anaknya secara mandiri dengan biaya yang tidak sedikit, kami memfasilitasi semuanya secara gratis,” tambahnya.
RSUD Kilisuci juga memastikan seluruh peserta mendapatkan pelayanan medis sesuai standar. Selain tindakan khitan oleh tenaga kesehatan berpengalaman, peserta memperoleh obat pereda nyeri, antibiotik, hingga layanan kontrol gratis pada Sabtu berikutnya untuk memantau proses penyembuhan.
Tak hanya itu, setiap peserta juga menerima bingkisan makanan dan aneka kue sebagai bentuk apresiasi dan dukungan moril dari manajemen rumah sakit.
Program tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Salah satunya disampaikan Erlinawati, 47, warga Jalan Mauni, Bangsal, yang mendaftarkan putranya berusia 11 tahun mengikuti khitanan massal.
Ia mengaku mengetahui informasi kegiatan tersebut dari kerabatnya. Setelah datang ke lokasi pendaftaran, proses administrasi dinilai mudah dan tidak berbelit.
“Sangat membantu sekali untuk masyarakat kecil seperti kami. Proses daftarnya juga gampang dan tidak berbelit-belit,” tuturnya.
Erlinawati juga mengapresiasi pelayanan tenaga medis yang dinilai ramah saat mendampingi anak-anak menjalani proses khitan. Meski sempat takut melihat peralatan medis, putranya akhirnya dapat menjalani tindakan dengan tenang.
“Awalnya anak saya sempat panik melihat alat-alat medis. Tapi petugasnya ramah dan sabar menenangkan. Prosesnya cepat, setelah selesai anak saya sudah bisa tenang,” katanya.
Ia berharap kegiatan bakti sosial seperti ini terus dipertahankan setiap tahun karena manfaatnya sangat dirasakan masyarakat, terutama keluarga yang membutuhkan layanan kesehatan dengan biaya terjangkau.
(Simon Bagus)


