Aksi pencurian dengan modus membobol tembok menyasar sebuah gudang beras di Desa Slorok, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, pada Senin dini hari. Pelaku berhasil menggasak delapan kwintal beras siap kirim hingga membuat pemilik usaha menelan kerugian mencapai Rp 12 juta.
Pelaku yang diperkirakan berjumlah lebih dari satu orang tersebut diduga menyusup melalui area tempat penyimpanan merang atau kulit padi. Mereka lantas menjebol dinding batako samping untuk bisa masuk ke dalam area penyimpanan beras utama. Proses penjebolan tembok tersebut berlangsung mulus tanpa disadari warga sekitar. Pasalnya, tak jauh dari lokasi kejadian, sedang ada warga yang menggelar hajatan. Bisingnya dentuman suara sound system dari acara pesta tersebut seketika menyamarkan kegaduhan saat dinding dibongkar.
Pemilik gudang selep, Tarwiyono, mengungkapkan bahwa peristiwa kelam ini baru pertama kali menimpa tempat usahanya. “Aksi pencurian beras dengan modus bobol tembok ini baru pertama kali terjadi di gudang saya,” ungkap Tarwiyono.
Meski pencurian beras merupakan kejadian perdana, ia menyebut aksi kejahatan lain seperti pencurian buah hasil perkebunan sudah beberapa kali terjadi dan meresahkan warga di wilayah tersebut. Guna mencegah aksi terulang, Tarwiyono kini langsung memasang sejumlah sistem pengamanan tambahan di area gudangnya. ( Qithfirul Aziz )
Editor: ( Trias/Dhamar )


