Kediri,jurnalmataraman.com – Pemerintah Kota Kediri memberikan sinyal positif atas kelayakan markas Persik Kediri, Stadion Brawijaya, dalam menyambut bergulirnya kompetisi Liga 1 musim 2025. Melalui Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP), perbaikan stadion dijadwalkan rampung sebelum kick off liga dimulai.
Kepala DLHKP Kota Kediri, Imam Muttakin, menyebutkan bahwa perbaikan yang dilakukan tahun ini akan difokuskan pada sejumlah sektor penting. Mulai dari penggantian sistem pencahayaan stadion yang semula masih menggunakan lampu halogen, akan diubah menjadi LED (Light Emitting Diode), hingga pembenahan fasilitas ruang ganti pemain, kamar mandi, serta pengecatan tribun penonton.
“Anggaran yang disiapkan berada di kisaran Rp7 hingga Rp9 miliar. Kami upayakan seluruh proses perbaikan selesai sebelum Liga 1 musim ini dimulai.” Ungkap Imam Muttakin.
Langkah cepat ini menjadi tindak lanjut dari evaluasi menyeluruh terhadap kelayakan Stadion Brawijaya, pasca insiden padamnya lampu stadion yang mencoreng profesionalisme penyelenggaraan pertandingan.
Dua insiden besar tercatat musim lalu, pertandingan melawan Persis Solo pada 14 Februari 2025 dan melawan Dewa United FC pada 1 Maret 2025, keduanya sempat terhenti akibat gangguan sistem pencahayaan. Akibatnya, Persik Kediri kala itu harus menjalani laga kandang “usiran” di Stadion Supriadi Kota Blitar, termasuk menghadapi PSM Makassar dan Persija Jakarta.
Musim lalu, PSSI dan operator kompetisi sempat memberikan peringatan keras terhadap penggunaan Stadion Brawijaya, yang dinilai belum memenuhi standar kelayakan Liga 1.
Dengan pembenahan yang segera dilakukan, Pemerintah Kota Kediri berharap bisa mengembalikan kebanggaan warga kota atas stadion kebanggaan mereka. Skuad Macan Putih pun diharapkan dapat kembali bermarkas di Brawijaya tanpa gangguan teknis yang berarti.
(Editor : Nando & Trias M.A)



