Tulungagung, jurnalmataraman.com – Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Gondang Tulungagung memiliki cara unik untuk menarik minat siswa lulusan SMP dan MTs yang memiliki bakat di bidang olahraga. Melalui ajang Smaga Volley Cup 2025 sekolah ini memberikan kesempatan kepada calon peserta didik berprestasi nonakademik untuk melanjutkan pendidikan melalui jalur khusus prestasi.
Turnamen Smaga Volley Cup 2025 resmi digelar sejak 13 Oktober dan akan berlangsung hingga 18 Oktober mendatang. Sebanyak 62 tim putra dan putri dari berbagai daerah di eks-Karesidenan Kediri ambil bagian dalam turnamen ini. Peserta datang dari sejumlah wilayah seperti Kabupaten Tulungagung, Trenggalek, Kediri hingga Nganjuk.
Menurut Humas SMAN 1 Gondang, Imam Marzuqi Setiawan, kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang kompetisi namun juga sarana penting untuk menjaring bibit unggul atlet voli muda yang berpotensi berkembang ke tingkat lebih tinggi.
“Tujuan utama dari Smaga Volley Cup adalah memberikan ruang bagi siswa SMP dan MTs yang memiliki potensi di bidang olahraga, khususnya bola voli. Kami ingin mendukung mereka tidak hanya dalam aspek akademik, tetapi juga prestasi nonakademik,“ ungkap Imam.

Turnamen ini pertama kali digelar pada tahun 2023 namun sempat vakum pada tahun 2024. Pada tahun 2025 ini Smaga Volley Cup kembali digelar dengan antusiasme yang tinggi dan dukungan penuh dari berbagai pihak termasuk Bupati Tulungagung serta Ketua Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) setempat.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya sekolah dalam memperkuat citra SMAN 1 Gondang sebagai institusi pendidikan yang peduli terhadap pengembangan minat dan bakat siswa secara holistik. Imam menambahkan pihak sekolah berharap turnamen ini dapat menjadi agenda rutin tahunan yang tidak hanya mendongkrak prestasi tetapi juga mempererat hubungan antar pelajar se-wilayah eks-Karesidenan Kediri.
“Kami berharap Smaga Volley Cup terus menjadi ruang inspiratif dan kompetitif bagi generasi muda, serta memperkuat komitmen sekolah dalam membina prestasi di luar bidang akademik,“ pungkasnya.
( Editor: Taflian & Wahyu Adi )



