Kediri, jurnalmataraman.com – Dalam upaya menjaga kualitas serta stabilitas harga pangan, Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar tradisional dan swalayan. Kegiatan ini melibatkan tim gabungan dari Satgas Pangan Polres Kediri Kota, Kejaksaan Negeri Kota Kediri, Bulog, dan PD Pasar Joyoboyo.
Sidak dilakukan di tiga titik utama yakni Pasar Bandar, Pasar Setono Betek dan Pasar Pahing. Petugas memeriksa berbagai jenis beras kemasan yang dijual oleh pedagang termasuk menimbang ulang berat kemasan dan mencermati mutu fisik beras.
Kabid Perdagangan dan Perindustrian Disperdagin Kota Kediri Rice Oryza Nusivera, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memastikan beras yang beredar di pasaran memenuhi standar mutu dan harga yang ditetapkan.
“Sidak ini dilakukan untuk menjamin stabilitas harga di pasar dan menindaklanjuti sejumlah keluhan masyarakat mengenai takaran dan harga beras khususnya kategori premium,” ujarnya saat ditemui di sela kegiatan.

Dari hasil pemeriksaan, ditemukan adanya beras dalam kemasan yang masih mengandung kutu serta mutu beras yang belum memenuhi standar premium sebagaimana mestinya. Selain itu, tim juga mendapati beberapa kemasan tidak mencantumkan informasi jenis atau kualitas beras yang dijual bahkan ada yang melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET).
“Berdasarkan pemantauan, harga beras premium kemasan 5 kilogram seharusnya maksimal Rp74.000. Namun kami temukan ada yang dijual dengan harga bervariasi mulai dari Rp72.000, Rp76.000 hingga Rp77.000,” tambah Rice.
Pemerintah Kota Kediri menegaskan akan terus melakukan pengawasan dan penindakan terhadap praktik penjualan beras yang tidak sesuai ketentuan termasuk potensi beras oplosan. Selain itu, pemerintah juga akan meningkatkan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat agar lebih cermat dalam memilih beras yang aman dan berkualitas.
“Langkah ini diharapkan bisa memberikan perlindungan kepada konsumen sekaligus mendorong pedagang agar lebih bertanggung jawab dalam menyediakan bahan pangan,” pungkasnya.
( Editor : Daniel & Trias M.A )



