Jurnalmataraman.com
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA
No Result
View All Result
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA
No Result
View All Result
Jurnalmataraman.com
No Result
View All Result
Home BLITAR

Seorang Santri Di Blitar Diduga Meninggal Dunia Usai Dilempar Kayu Berpaku

by Qithfirul Aziz
28 September 2024 | 11:51
Reading Time: 2 mins read
0
Seorang Santri Di Blitar Diduga Meninggal Dunia Usai Dilempar Kayu Berpaku

Lokasi tempat MKA bersekolah ( Foto : Qithfirul Aziz )

Blitar, Jurnalmataraman.com – Nasib naas dialami MKA 13 tahun, salah satu santri sebuah Pondok Pesantren yang berada di Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar. Korban meningal dunia, usai di lempar kayu oleh guru ngajinya.

Kejadian tersebut, bermula saat para santri akan melakukan sholat Dhuha, namun pada saat itu, para siswa banyak yang belum bersiap, lalu salah satu guru ngaji emosi dan melemparkan kayu. Namun naas, kayu yang dilempar ada pakunya. Dan tepat mengenai kepala korban dibagian belakang. Korban lalu tak sadarkan diri dan mengalami pendarahan, lalu oleh sang guru di bawa ke Rumah Sakit Srengat, namun karena, luka yang parah, korban di rujuk ke Rumah Sakit Kediri. Namun sesampainya di Rumah Sakit Kediri, korban sudah meningal dunia.

Suparti Nenek korban mengaku sudah ikhlas atas meninggalnya cucunya. Walaupun sebenarnya banyak yang menyarankan untuk menuntut.

“Ya keluarga itu sebenarnya ya gak terima, karena itu menurut teman – teman memang dilempar bukan dipukul saya menerima ikhlas dengan apa adanya, terus sebelum saya tau itu sudah diantar ke rumah sakit jadi karena sudah takdir kita ini sebagai orang tua sebenarnya juga gak terima, tapi mau gimana lagi banyak orang yang mengasih cara dikasih jalan untuk menuntut tapi saya terima apa adanya dan cucu saya sudah ditakdirkan sudah begitu saya terima apa adanya,” ujar Suparti Nenek Korban.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Blitar Kota IPTU Samsul Anwar menjelaskan kronologi dilemparnya paku kepada MKA. Lebih lanjut, Ia mengatakan bahwa Pihaknya telah melakukan penyeledikan atas peristiwa tersebut.

“Tanggal 24 sekitar pukul 06.00 pagi, dilempar pakunya menancap dan dicabut akhirnya tidak mampu peralatanya dibawa ke Rumah Sakit, dan saat mau melakukan operasi sudah tidak berani karena sudah pendarahan, terkait tindakan tersebut dari pihak Polres Blitar Kota sudah mengambil langkah – langkah melakukan penyelidikan, pemeriksaan baik rumah sakit maupun para Ustadz dan Guru – Gurunya baik yang mengantar maupun melempar dan sudah melakukan pemeriksaan terhadap pemilik Pondok Pesantren tersebut,” kata IPTU Samsul Anwar Kasi Humas Polres Blitar Kota.


Korban diketahui saat ini tinggal bersama neneknya. Saat ini, kasus ini tengah dalam penyelidikan Polres Blitar Kota.


Penulis : Qithfirul Aziz
Editor : Intania Agustin

Bagikan di Media Sosial
Tags: BlitarBlitar KotabullyingheadlineKabupaten Blitarpondok Pesantren Blitarsantri Blitar
ShareTweetShare
Next Post
Meski Tampil Tidak Full Team, Persik Kediri Jaga Konsistensi dan Hasil Positif Hadapi PSBS

Meski Tampil Tidak Full Team, Persik Kediri Jaga Konsistensi dan Hasil Positif Hadapi PSBS

Jurnalmataraman.com

© 2025 Jurnal Mataraman - Dekat dan Membangun .

Navigate Site

  • KONTAK
  • REDAKSI
  • INDEKS
  • TENTANG KAMI

Follow Us

No Result
View All Result
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA

© 2025 Jurnal Mataraman - Dekat dan Membangun .