Blitar, jurnalmataraman.com – Madu klanceng atau madu yang dihasilkan dari lebah tak bersengat jenis Trigona, dikenal luas memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Di tengah Kota Blitar tepatnya di Kampung Bongares Kelurahan Kepanjen Kidul hadir sebuah destinasi wisata edukatif yang menawarkan pengalaman berbeda dalam menikmati madu langsung dari sarangnya.
Wisata bertajuk Hisap Madu Klanceng Hutan ini menjadi daya tarik tersendiri. Begitu memasuki kawasan kampung, pengunjung akan disambut mural-mural berwarna-warni yang menghiasi dinding rumah warga. Namun yang paling mencuri perhatian adalah kesempatan menikmati madu langsung dari sarangnya, menggunakan sedotan sekali pakai yang telah disediakan oleh pengelola.
Berbeda dengan madu klanceng pada umumnya yang berasal dari budidaya kotak kayu, madu di Kampung Bongares ini berasal langsung dari sarang lebah di hutan. Pengelola mendatangkan sarang secara utuh dengan mengambil bagian pohon tempat lebah bersarang. Hal inilah yang membuat sensasi mencicipi madu terasa lebih alami dan unik.
Sebelum mencicipi, pengunjung akan diberikan penjelasan singkat mengenai jenis dan asal-usul lebah Trigona. Edukasi ini menjadi bagian penting dari wisata agar pengunjung tidak hanya menikmati rasa manis madu tetapi juga memahami ekosistem lebah klanceng dan pentingnya pelestarian habitatnya.
Nastain, Ketua RT sekaligus pengelola wisata Kampung Bongares, mengungkapkan bahwa ide awal wisata ini bermula dari dua kotak sarang lebah. Seiring meningkatnya minat masyarakat, kini sudah tersedia 12 kotak sarang yang bisa dinikmati pengunjung.

“Awalnya hanya coba-coba dua kotak saja. Ternyata pengunjung suka dan antusias. Sekarang sudah kami siapkan dua belas kotak, semua asli dari hutan,” ujar Nastain.
Hanya dengan tiket masuk seharga Rp10.000, pengunjung sudah bisa menikmati madu sepuasnya langsung dari sarangnya. Tak hanya itu, bagi yang ingin membawa pulang, pengelola juga menyediakan madu klanceng kemasan ukuran 75 mililiter dengan harga mulai dari Rp100.000.
Rika, salah satu pengunjung, mengaku puas dengan pengalaman yang ditawarkan. “Baru kali ini minum madu langsung dari sarang. Rasanya beda, lebih segar dan alami,” ungkapnya.
( editor : Pandu & Trias M.A )



