Jurnalmataraman.com
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA
No Result
View All Result
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA
No Result
View All Result
Jurnalmataraman.com
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Sempat Dikira Tak Wajar, Pria Lansia di Campurdarat Tulungagung Ditemukan Meninggal di Kursi Ruang Tamu

by Agus Bondan
18 Februari 2026 | 12:25
Reading Time: 2 mins read
0
Sempat Dikira Tak Wajar, Pria Lansia di Campurdarat Tulungagung Ditemukan Meninggal di Kursi Ruang Tamu

Kematian korban sempat memicu spekulasi warga terkait adanya unsur ketidakwajaran

Tulungagung, jurnalmataraman.com – Warga Desa Campurdarat, Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung mendadak geger pada Selasa (17/2) petang. Hal ini menyusul ditemukannya Mahfud, 64, seorang pria lanjut usia (lansia) setempat, dalam kondisi meninggal dunia di dalam rumahnya. Kematian korban sempat memicu spekulasi warga terkait adanya unsur ketidakwajaran. Pasalnya, saat pertama kali ditemukan, terdapat bercak darah pada bagian tangan korban.

Peristiwa memilukan ini pertama kali diketahui oleh tetangga sekitar yang curiga dengan kondisi korban. Saat diintip dari luar, Mahfud tampak terduduk kaku di kursi ruang tamu tanpa menunjukkan pergerakan sama sekali. Diketahui, selama ini korban tinggal seorang diri di rumah tersebut. Sementara itu, istri dan anak-anaknya berdomisili di luar desa dan hanya menjenguk korban secara rutin setiap beberapa hari sekali. Mendapat laporan warga, personel Polsek Campurdarat bersama Tim Inafis Polres Tulungagung dan tenaga kesehatan (nakes) segera meluncur ke lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Kapolsek Campurdarat, AKP Marsid menjelaskan bahwa berdasarkan pemeriksaan medis secara mendalam, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik maupun unsur pidana pada tubuh korban.

“Hasil pemeriksaan medis menyatakan korban meninggal dunia murni karena sakit. Korban diketahui memiliki riwayat penyakit TBC,” ujar AKP Marsid saat dikonfirmasi.

Terkait dugaan luka yang sempat dikira bekas penganiayaan, AKP Marsid meluruskan bahwa luka di tangan korban merupakan bekas garukan. Karena korban diperkirakan sudah meninggal sejak pukul 06.00 WIB, luka tersebut mengeluarkan cairan/darah yang kemudian dikerumuni semut. Kondisi inilah yang sempat menimbulkan kesan adanya luka tidak wajar bagi warga yang melihat pertama kali.

“Korban diperkirakan sudah meninggal sejak pagi hari, sehingga saat ditemukan petang hari, kondisi luka (bekas garukan) sudah mengundang serangga datang,” tambahnya.

Pihak keluarga menyatakan telah menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan autopsi lebih lanjut. Setelah proses administrasi selesai, jenazah Mahfud langsung diserahkan kepada keluarga untuk segera dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) setempat.


(Editor : Trias M.A)

Bagikan di Media Sosial
Tags: headlineTulungagung
ShareTweetShare
Next Post
Tingkatkan Keselamatan Jelang Lebaran 2026, KAI Daop 7 Madiun Lakukan Normalisasi Jalur di Tulungagung

Tingkatkan Keselamatan Jelang Lebaran 2026, KAI Daop 7 Madiun Lakukan Normalisasi Jalur di Tulungagung

Jurnalmataraman.com

© 2025 Jurnal Mataraman - Dekat dan Membangun .

Navigate Site

  • KONTAK
  • REDAKSI
  • INDEKS
  • TENTANG KAMI

Follow Us

No Result
View All Result
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA

© 2025 Jurnal Mataraman - Dekat dan Membangun .