Kediri, jurnalmataraman.com – Festival Omah Sawah di Kelurahan Burengan, Kota Kediri, kembali menghadirkan kemeriahan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia. Ribuan warga memadati kawasan tersebut pada Sabtu dan Minggu untuk mengikuti berbagai lomba tradisional yang digelar panitia.
Beragam permainan khas rakyat tersaji mulai dari lomba panjat pinang, menangkap belut, menangkap bebek hingga tarik tambang. Suasana kian meriah ketika peserta berusaha menaklukkan tantangan dengan semangat kebersamaan.
Pada lomba panjat pinang terdapat delapan batang pohon pinang yang diperebutkan oleh 60 kelompok peserta dari 46 kelurahan di Kota Kediri. Setiap kelompok terdiri atas lima orang dengan waktu panjat hanya lima menit. Tak kalah seru lomba menangkap belut yang diikuti ratusan peserta menuntut ketangkasan dan keberanian. Peserta diberi waktu satu jam dan pemenang ditentukan dari berat belut yang berhasil dikumpulkan.
Keseruan juga terjadi pada lomba menangkap bebek di mana 80 ekor bebek dilepas untuk diperebutkan peserta. Meski tidak semua berhasil membawa pulang bebek panitia tetap memberikan hadiah doorprize. Sementara itu lomba tarik tambang melibatkan 80 kelompok yang saling beradu kekuatan dan strategi.

Festival ini mendapat perhatian khusus dari Ketua Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep yang hadir menyaksikan jalannya lomba bersama Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati. Kaesang mengapresiasi upaya pelestarian tradisi di tengah masyarakat. “Lomba seperti ini menunjukkan kebersamaan dan kekompakan warga. Ini yang perlu terus dijaga,” ujarnya.
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati, menambahkan bahwa Festival Omah Sawah telah menjadi ruang kebersamaan yang ditunggu warga setiap tahun. “Selain merayakan kemerdekaan, kegiatan ini juga menghidupkan kembali semangat gotong royong dan budaya lokal,” tuturnya.
Festival Omah Sawah tahun ini bukan sekadar hiburan tetapi juga menjadi oase di tengah modernitas. Di saat dunia kian dikuasai layar gawai Kota Kediri kembali mengajarkan bahwa kebersamaan adalah permainan terbaik yang tak lekang oleh zaman.
(Editor : Aldo & Trias M.A )



