Jurnalmataraman.com
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA
No Result
View All Result
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA
No Result
View All Result
Jurnalmataraman.com
No Result
View All Result
Home BLITAR

Sakral dan Unik Tradisi Manten Kopi Blitar Tandai Musim Panen Raya

by Qithfirul Aziz
16 Juni 2025 | 18:24
Reading Time: 2 mins read
0
Sakral dan Unik Tradisi Manten Kopi Blitar Tandai Musim Panen Raya

Blitar, jurnalmataraman.com – Seperti layaknya sebuah pernikahan adat, tradisi Manten Kopi di Perkebunan Karanganyar, Kabupaten Blitar, digelar dengan prosesi yang khidmat dan penuh makna. Tradisi turun-temurun ini menandai dimulainya musim panen raya kopi di kawasan lereng Gunung Kelud, tepatnya di Desa Modangan, Kecamatan Nglegok.

Dalam prosesi yang digelar Sabtu (15/6), dua simbol pengantin kopi Joko Gondel (pengantin laki-laki) dan Sri Gondel (pengantin perempuan) diarak keliling area perkebunan menuju bangunan Joglo utama. Uniknya, arak-arakan dilakukan oleh pria dan wanita berpakaian adat pengantin Jawa, menambah kesan sakral pada ritual yang dipercaya telah berlangsung sejak ratusan tahun silam.

Kedua pengantin kopi tersebut kemudian dipertemukan oleh tetua adat dan diserahkan secara simbolis kepada CEO Perkebunan Kopi Karanganyar, Wima Brahmantya. Tradisi ini juga menarik perhatian wisatawan mancanegara, yang turut larut dalam budaya lokal dengan mengenakan pakaian adat Jawa.

“Ritual Manten Kopi ini sudah ada sejak zaman nenek moyang kami. Meski tidak diketahui pasti kapan dimulai, tapi Perkebunan Karanganyar ini sendiri sudah berdiri sejak 1884,” jelas Wima Brahmantya.

Perkebunan Karanganyar merupakan salah satu peninggalan masa kolonial Belanda yang masih aktif hingga kini. Selain memelihara warisan budaya, perkebunan ini juga menjadi tulang punggung produksi kopi robusta di Blitar.

Tahun ini, pihak perkebunan memperkirakan hasil panen akan mencapai sekitar 200 ton kopi robusta, yang sebagian besar diserap untuk kebutuhan industri perkopian nasional.

Dengan menggabungkan unsur budaya, sejarah, dan pertanian, tradisi Manten Kopi tak hanya mempererat hubungan masyarakat dengan alam, tetapi juga menjadikan Blitar sebagai salah satu destinasi agrowisata yang kental akan nilai-nilai lokal.

( Editor : Nando & Trias M.A )

Bagikan di Media Sosial
Tags: blitar terkiniinfo blitarmusim panen rayasakraltradisi manten
ShareTweetShare
Next Post
Tingkatkan Layanan Kesehatan Wali Kota Kediri Tinjau Puskesmas Pesantren Dua

Tingkatkan Layanan Kesehatan Wali Kota Kediri Tinjau Puskesmas Pesantren Dua

Jurnalmataraman.com

© 2025 Jurnal Mataraman - Dekat dan Membangun .

Navigate Site

  • KONTAK
  • REDAKSI
  • INDEKS
  • TENTANG KAMI

Follow Us

No Result
View All Result
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA

© 2025 Jurnal Mataraman - Dekat dan Membangun .