Blitar, jurnalmataraman.com – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Srengat Kabupaten Blitar menggelar kegiatan simulasi penanganan kecelakaan lalu lintas dan kejadian-kejadian khusus seperti henti nafas dan henti jantung pada Jumat (19/12). Uniknya simulasi kali ini secara khusus menyasar mitra pers, yakni wartawan yang bertugas di wilayah Kabupaten Blitar.
Kegiatan ini digelar dengan tujuan untuk memberikan pemahaman serta keterampilan dasar dalam penanganan pertama korban kecelakaan dan situasi darurat lainnya yang sering kali menjadi bagian dari peliputan para jurnalis di lapangan. Menurut pihak RSUD Srengat, wartawan sering terlibat langsung dalam peristiwa kecelakaan dan darurat sehingga memiliki peran penting dalam memberikan pertolongan pertama.
Simulasi ini terdiri dari dua sesi, yakni pemaparan materi teori mengenai penanganan korban kecelakaan serta praktek langsung yang mengedepankan teknik dasar pertolongan pertama. Para wartawan diajarkan langkah-langkah awal dalam menghadapi korban kecelakaan seperti pengecekan kesadaran korban, membuka jalan nafas hingga teknik bantuan pernafasan darurat pada korban henti nafas dan henti jantung.
“Selain memberikan wawasan mengenai prosedur medis, kami juga ingin memastikan bahwa para wartawan di Kabupaten Blitar tidak hanya menyampaikan informasi, namun juga memiliki keterampilan dalam memberikan pertolongan pertama yang tepat dan aman bagi korban kecelakaan,” ujar Dr. Hadi Siswoyo, Kabag Umum RSUD Srengat.
Dr. Hadi menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kesadaran masyarakat, khususnya mitra media terhadap pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi darurat. Dengan bekal pengetahuan dan keterampilan yang diberikan, wartawan diharapkan dapat bertindak cepat dan tepat saat menghadapi kejadian darurat serta mendukung upaya keselamatan dan kemanusiaan.
“Kami berharap, para jurnalis yang menjadi mitra kami dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat, juga dapat memberikan pertolongan pertama yang benar jika menghadapi kecelakaan atau kejadian darurat. Kecepatan dan ketepatan dalam penanganan awal bisa menjadi faktor penyelamat bagi korban,” tambahnya.
Kegiatan simulasi ini mendapat respon positif dari peserta yang merasa lebih siap dan paham dalam menangani situasi darurat di lapangan. Diharapkan, selain memperkuat tugas jurnalis dalam menyampaikan informasi yang akurat kegiatan ini juga menambah kesadaran dan kesiapan mereka dalam memberikan pertolongan pertama yang tepat sebelum korban mendapatkan perawatan medis lebih lanjut.
( Editor : Yuli & Wahyu Adi )



