Trenggalek, jurnalmataraman.com – Komitmen menuju penghematan energi dan pengurangan emisi karbon terus digaungkan oleh berbagai instansi termasuk sektor pelayanan kesehatan. Salah satu langkah nyata ditunjukkan oleh RSUD dr. Soedomo Trenggalek yang kini memanfaatkan atap gedung (roof top) sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
Pemanfaatan energi terbarukan ini diterapkan di dua titik utama yakni gedung utama dan gedung paviliun baru rumah sakit. Di kedua lokasi tersebut, terpasang ratusan panel surya yang mampu mengonversi cahaya matahari menjadi energi listrik dengan kapasitas hingga 95 kilowatt peak (kWp).
Kepala Instalasi Pemeliharaan Sarana (IPS) RSUD dr. Soedomo Trenggalek Oktora Sandy menjelaskan bahwa penggunaan PLTS telah membawa dampak signifikan dalam efisiensi biaya operasional rumah sakit terutama untuk kebutuhan listrik.
“Pemanfaatan panel surya ini memberikan penghematan sekitar 25 persen dari total pemakaian listrik. Artinya, dalam satu bulan, kami bisa mengurangi beban biaya listrik lebih dari Rp10 juta,” ujarnya, Kamis (25/7).

Lebih dari sekadar efisiensi anggaran, penggunaan PLTS ini juga menjadi bagian dari kontribusi rumah sakit dalam mendukung upaya nasional menuju target net zero carbon. Oktora menambahkan, keandalan sistem PLTS juga harus diimbangi dengan pemeliharaan rutin agar kinerja panel tetap optimal.
“Kami menjadwalkan pemeliharaan berkala untuk memastikan panel tetap dalam kondisi prima dan dapat terus mendukung operasional rumah sakit,” tambahnya.
Inisiatif ini pun mendapat apresiasi dari berbagai pihak karena selain ramah lingkungan, juga memberikan contoh nyata bahwa rumah sakit dapat berperan aktif dalam isu keberlanjutan energi. RSUD dr. Soedomo Trenggalek berharap langkah ini dapat menjadi inspirasi bagi fasilitas kesehatan lainnya dalam memanfaatkan energi terbarukan secara bijak dan berkelanjutan.
( Editor : Rio & Trias M.A )



