Kediri, Jurnalmataraman.com – Pemandangan berupa antrean panjang warga mewarnai proses penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) di Kantor Dinas Sosial (Dinsos) Kota Kediri, Jumat (31/7). Ratusan warga tampak rela menunggu berjam-jam demi bisa mencairkan dana bantuan yang disalurkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri tersebut. Berdasarkan data yang dihimpun, total terdapat lebih dari 2.700 warga Kota Kediri yang terdaftar sebagai penerima manfaat BLT. Masing-masing warga yang telah terdata berhak menerima bantuan uang tunai senilai Rp 1 juta.
Guna mempercepat proses pencairan dan meminimalisir penumpukan warga di satu titik, pihak penyelenggara tidak hanya memusatkan penyaluran di Kantor Dinsos. Petugas juga disebar untuk melayani pencairan di sejumlah balai kelurahan, di antaranya di Kantor Kelurahan Bandar Lor dan Kelurahan Banjaran. Program pemberian BLT ini merupakan agenda rutin tahunan yang dananya bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Pemkot Kediri secara spesifik menyalurkan dana tersebut kepada masyarakat yang masuk dalam kategori kurang mampu. Tujuannya tak lain untuk membantu menopang daya beli dan meringankan beban biaya hidup sehari-hari masyarakat.
Meski harus melewati antrean yang mengular, antusiasme dan rasa syukur tetap terpancar dari para penerima manfaat. Rukmana, salah satu warga penerima BLT, mengaku sangat bersyukur bisa mendapatkan bantuan dari pemerintah kota. “Tidak masalah meski harus mengantre lama. Uang bantuan ini sangat berarti untuk meringankan pengeluaran keseharian dan membantu mencukupi kebutuhan pokok di rumah,” ungkap Rukmana usai menerima dana BLT.
Penyaluran dana DBHCHT dalam bentuk BLT ini diharapkan dapat terus berlanjut dan tepat sasaran, sehingga mampu memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat berpenghasilan rendah di Kota Kediri.
( Editor : Afif / Raqeh )




