Kediri, jurnalmataraman.com – Anggota DPRD Kota Kediri dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Dinayana Kristian, menggelar pagelaran wayang kulit sebagai bentuk realisasi aspirasi masyarakat. Pagelaran yang menampilkan dalang Ki Eko Prisdianto dengan lakon “Lahirnya Wisanggeni” tersebut berlangsung sukses dan mendapat sambutan antusias dari warga, khususnya di Kelurahan Tosaren.
Tokoh Wisanggeni dalam kisah pewayangan dikenal sebagai putra Arjuna yang lahir dari seorang bidadari bernama Batari Dresanala. Sosok Wisanggeni digambarkan sebagai pribadi yang pemberani, tegas dalam bersikap, serta memiliki kesaktian luar biasa. Lakon ini sarat dengan nilai keteladanan dan filosofi kehidupan yang relevan bagi masyarakat.
Dinayana Kristian menjelaskan, pagelaran wayang kulit tersebut merupakan kegiatan pamungkas dari rangkaian program yang diinisiasinya sepanjang tahun 2025. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini sepenuhnya merupakan aspirasi warga yang kemudian difasilitasi oleh dirinya sebagai wakil rakyat.
“Pagelaran wayang ini merupakan aspirasi masyarakat, sehingga saya tempatkan di Kelurahan Tosaren. Baik pagelaran maupun lakonnya berasal dari aspirasi masyarakat. Saya sebagai anggota DPRD memfasilitasinya,” ujar Dinayana, yang juga menjabat sebagai Ketua Fraksi PAN DPRD Kota Kediri.
Selain menjadi hiburan rakyat, pagelaran wayang kulit ini juga menjadi wujud nyata pelestarian budaya tradisional. Kelurahan Tosaren sendiri dikenal sebagai wilayah yang memiliki banyak tokoh dan komunitas budaya, sehingga kegiatan ini dinilai tepat untuk memperkuat identitas kultural masyarakat setempat.
Keberhasilan realisasi kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari Ketua DPRD Kota Kediri, Dra. Firdaus, yang akrab disapa Kak Ido. Ia menilai terealisasinya aspirasi masyarakat yang dikelola secara mandiri sebagai sebuah keberkahan.
“Ini adalah aspirasi masyarakat yang kemudian bisa direalisasikan dan dikelola oleh masyarakat itu sendiri. Itu yang saya sebut sebagai rezeki,” ungkapnya.
Firdaus juga memuji Dinayana Kristian karena mampu mewujudkan aspirasi warga hingga dapat dinikmati dan dikelola langsung oleh masyarakat. Ia berharap kegiatan pelestarian budaya seperti pagelaran wayang kulit dapat terus dilakukan agar warisan leluhur tetap hidup dan dikenal oleh generasi muda, sekaligus menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya bangsa.
(Editor : Wahyu Adi)



