BLITAR, jurnalmataraman.com – Kekesalan warga Desa Karangrejo, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar memuncak. Sebagai bentuk protes atas kondisi jalan rusak yang tak kunjung diperbaiki selama bertahun-tahun, masyarakat nekat menanami pohon pisang di sepanjang jalan raya utama desa setempat, Jumat (24/4).
Aksi menanam pohon pisang ini dilakukan di sepanjang jalur sekitar 550 meter, mulai dari depan SMPN 2 Garum hingga kantor Desa Karangrejo. Warga mulai memasang pohon-pohon tersebut sejak Kamis malam sebagai simbol mosi tidak percaya kepada pemerintah daerah terkait infrastruktur jalan yang kian memprihatinkan.
Ketua RT setempat, Suprap, mengungkapkan bahwa warga sudah berulang kali melaporkan kerusakan jalan melalui pemerintah desa. Namun hingga kini, belum ada tanda-tanda perbaikan yang menyentuh titik tersebut. “Kondisi aspal rusak ini sudah terjadi bertahun-tahun. Sering terjadi kecelakaan, gangguan kebisingan, hingga rumah warga yang terdampak debu pekat setiap hari,” ujar Suprap.
Kerusakan jalan tersebut diduga kuat dipicu oleh tingginya volume kendaraan material yang melebihi kapasitas tonase (overload). Tercatat, setidaknya lebih dari 500 unit kendaraan berat melintas di jalur tersebut setiap harinya. Setelah aksi tersebut memicu perhatian luas, pihak Pemerintah Desa, Kecamatan, Dinas PUPR, serta aparat TNI dan Polri menggelar musyawarah dengan warga. Hasilnya, muncul kesepakatan bahwa proses pembangunan atau perbaikan jalan akan mulai dilaksanakan pada bulan Juni mendatang.
Mendengar janji tersebut, warga akhirnya sepakat untuk mencabut kembali pohon-pohon pisang itu pada Jumat malam. Selain menuntut perbaikan fisik jalan, warga juga mendesak agar Pemerintah Desa bersikap tegas terhadap jadwal operasional kendaraan material. “Warga meminta agar kendaraan material tidak melintas saat jam keberangkatan sekolah, yakni antara pukul 06.00 hingga 07.00 pagi, demi keamanan dan kenyamanan anak-anak sekolah,” tambah Suprap.
Saat ini, kondisi jalan telah kembali bersih dari pepohonan, namun warga mengancam akan melakukan aksi serupa jika janji perbaikan pada bulan Juni mendatang tidak terealisasi. Masyarakat berharap pemerintah daerah serius menangani masalah ini agar manfaat jalan sebagai akses ekonomi dan pendidikan tidak terus-menerus merugikan warga sekitar.
Editor : Trias / Juwita



