Kediri, jurnalmataraman.com – Sebuah video yang memperlihatkan ratusan santri Pondok Pesantren Lirboyo Kota Kediri melakukan kerja bakti dalam proses pengecoran gedung empat lantai viral di media sosial. Menyikapi hal tersebut, pihak pengasuh pondok menegaskan bahwa pembangunan gedung tetap mengedepankan standar teknis dengan melibatkan para ahli.
Pengasuh Ponpes Lirboyo KH. Abdul Mu’id Shohib atau yang akrab disapa Gus Mu’id, menjelaskan mulai dari tahap perencanaan, desain, pelaksanaan hingga pengawasan pembangunan dilakukan oleh insinyur bersertifikat yang memiliki kredibilitas dan profesionalitas. “Santri hanya membantu dalam proses pembangunan secara sukarela dan itu mereka lakukan sebagai ladang amal jariyah,” ungkapnya, Kamis (2/10).

Gus Mu’id menambahkan, keterlibatan santri dalam pembangunan pesantren merupakan tradisi gotong royong yang sudah melekat dan menjadi bagian dari kemandirian pesantren. Ia berharap masyarakat dapat melihat fenomena tersebut dari sisi positif.
Saat ini, Ponpes Lirboyo tengah membangun gedung baru untuk menampung jumlah santri yang terus bertambah. Tercatat, lebih dari 40 ribu santri menimba ilmu di pesantren tersebut.
Terkait tragedi ambruknya bangunan di Ponpes Al Khoziny, Sidoarjo, Gus Mu’id turut menyampaikan bela sungkawa kepada para korban serta keluarga besar pesantren tersebut.
( Editor : Daniel & Wahyu Adi )



