Blitar, jurnalmataraman.com – Derasnya aliran air hujan yang mengguyur Kota Blitar dalam beberapa hari terakhir menyebabkan dua rumah di Perumahan Puri Kenari Asri, RT 2 RW 10, mengalami kerusakan serius. Pondasi rumah yang terletak di pinggir aliran air mendadak longsor setelah tanah penopangnya tergerus arus deras.
Peristiwa ini juga berdampak pada sejumlah ruas jalan di lingkungan perumahan yang tidak bisa dilalui karena tergenang dan rusak akibat banjir. Warga menyebutkan bahwa sungai yang selama ini tidak berfungsi mendadak meluap karena tidak mampu menampung volume air hujan yang tinggi.
Ketua RT setempat, Juwari, menuturkan bahwa saat kejadian terdengar suara gemuruh keras dari arah rumah warga.
“Tak berselang lama, beberapa warga melaporkan bahwa teras dan bagian samping rumah mereka roboh. Pondasinya hilang terbawa arus,” ujar Juwari saat ditemui di lokasi.
Kerusakan parah terjadi pada dua unit rumah, sementara sejumlah rumah lain di sekitarnya mengalami kerusakan ringan, seperti retak pada tembok dan lantai yang mulai bergeser. Diduga banjir tersebut disebabkan oleh aliran pembuangan yang tersumbat serta sungai kecil yang tidak mampu mengalirkan air secara maksimal.
Pasca kejadian, warga secara bergotong royong membersihkan saluran air, mengangkat material yang terbawa arus, dan memasang penyangga sementara pada rumah yang terdampak paling parah. Mereka juga mulai membangun talud sederhana untuk mengarahkan aliran air hujan ke sungai aktif di sekitar perumahan.
“Kami khawatir jika hujan deras kembali turun, kondisi rumah bisa semakin membahayakan. Kami terpaksa bertindak cepat dengan membuat saluran darurat agar air tidak langsung ke arah pondasi,” tambah Juwari.
Hingga saat ini, belum ada laporan korban jiwa dalam insiden ini, namun warga berharap ada perhatian dari pemerintah setempat untuk penanganan saluran air dan infrastruktur yang dinilai sudah tidak memadai.
(editor : Trias M.A)



