Blitar, jurnalmataraman – Upacara peringatan Hari Lahir Pancasila yang digelar di Alun-Alun Kota Blitar, Senin (2/6), berlangsung khidmat dan penuh makna. Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, bertindak sebagai inspektur upacara dalam perhelatan yang diikuti oleh jajaran ASN, TNI-Polri, mahasiswa, hingga pelajar se-Kota Blitar.
Dengan mengusung tema “Memperkokoh Ideologi Pancasila Menuju Indonesia Raya”, upacara ini menjadi momen penting untuk merefleksikan kembali nilai-nilai dasar yang menjadi fondasi bangsa Indonesia. Dalam amanatnya, Emil menegaskan bahwa Pancasila bukan sekadar rumusan dasar negara yang dihafal atau dikenang saat peringatan hari besar nasional semata, melainkan harus ditanamkan dalam hati dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Pancasila adalah jiwa dan jati diri bangsa. Bukan hanya dokumen historis atau teks normatif, tapi hidup dalam laku kita sebagai bangsa,” ujar Emil.
Kota Blitar, yang menjadi lokasi upacara tahun ini, dinilai sangat simbolis. Di kota ini, Sang Proklamator sekaligus penggali Pancasila, Ir. Soekarno, dimakamkan.
“Melaksanakan upacara di Blitar memberikan kesan tersendiri karena di sinilah Bung Karno bersemayam. Ini bukan hanya seremoni, tapi penghormatan terhadap sejarah,” imbuhnya.
Jalannya upacara berlangsung tertib dan penuh disiplin. Para peserta tampak mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan penuh semangat dan penghormatan terhadap nilai-nilai kebangsaan. Mengakhiri amanatnya, Emil mengajak seluruh masyarakat Jawa Timur, khususnya warga Blitar, untuk terus menjaga persatuan dan menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
( Editor : Ryan & Trias M.A )



