Blitar, jurnalmataraman.com – Sejumlah peternak ulat kandang di Kabupaten Blitar mengeluhkan rendahnya harga jual di tingkat peternak. Dalam tiga bulan terakhir harga ulat kandang hanya berkisar Rp17 ribu per kilogram jauh dari nilai ideal untuk menutup biaya produksi yang kian mahal.
Kambali, peternak asal Kecamatan Srengat, menyebut kondisi tersebut membuat banyak peternak kesulitan bertahan. “Dengan harga sekarang kami sulit mencari untung. Biaya pakan dan perawatan tidak sebanding, bahkan ada yang memilih gulung tikar,” ujarnya.
Peternak berharap harga kembali stabil di kisaran Rp20 ribu per kilogram agar usaha budidaya ulat kandang dapat berlanjut. Harga tersebut dinilai lebih sesuai dengan tingginya biaya pakan dan kebutuhan operasional lain.
Ulat kandang dikenal sebagai sumber protein alternatif yang ramah lingkungan. Kandungan proteinnya yang tinggi banyak dimanfaatkan untuk pakan burung, ikan, reptil hingga bahan baku kosmetik. Namun anjloknya harga jual di tingkat peternak kini mengancam kelangsungan usaha budidaya yang selama ini menopang perekonomian sebagian warga Blitar.
( Editor : Aldo & Wahyu Adi )



