Blitar, jurnalmataraman.com – Menjelang Hari Raya Idul Adha, permintaan jasa asah dan servis pisau sembelih di Kota Blitar meningkat tajam. Salah satu bengkel yang merasakan lonjakan ini adalah Bengkel Pande Besi Nisoku, yang telah menerima ratusan pesanan dari berbagai daerah.
Bengkel yang berlokasi di Kota Blitar ini dikelola oleh Rama Arbhitah Siswinarto Putra, pemuda 25 tahun yang merupakan generasi penerus usaha keluarga tersebut. Sejak awal Juni, Rama bersama lima karyawannya disibukkan dengan pesanan asah dan servis pisau sembelih yang mencapai hingga 100 unit menjelang Idul Adha.
“Kami harus mulai lembur untuk menyelesaikan semua pesanan sebelum hari H. Mayoritas adalah pisau sembelih milik pelanggan lama,” ujar Rama.
Selain jasa asah, Bengkel Nisoku juga memproduksi berbagai jenis pisau, mulai dari pisau sembelih, clurit, hingga pisau komando yang dipesan oleh kalangan militer. Proses produksinya sudah mengandalkan alat tepat guna semi-modern, namun tetap mempertahankan keahlian tradisional yang diwariskan sejak bengkel ini berdiri pada tahun 1999.

Meski jumlah pesanan meningkat tahun ini, Rama menyebutkan bahwa permintaan pisau sembelih sempat menurun sejak pandemi COVID-19 melanda.
“Selain karena faktor ekonomi, kualitas pisau yang bagus membuat konsumen tidak perlu sering-sering membeli baru. Banyak yang cukup mengasah ulang saja,” jelasnya.
Dalam sehari, bengkel ini mampu memproduksi hingga 50 unit pisau berbagai jenis. Untuk pisau premium, harga dibanderol mulai dari Rp100 ribu, sementara pisau sembelih khusus dijual dengan harga mulai Rp750 ribu, tergantung jenis dan spesifikasi yang dipesan pelanggan.
Bahan baku utama yang digunakan juga tidak sembarangan. Rama menyebut bahwa setiap hari pihaknya mengolah sekitar 80 kilogram baja, mulai dari baja per, baja laher, hingga baja modern jenis N695 yang dikenal tangguh dan tahan lama.
Produk-produk Bengkel Nisoku kini telah dipasarkan ke seluruh Indonesia, baik melalui penjualan langsung maupun pemesanan online. Kepercayaan pelanggan yang terbangun selama puluhan tahun menjadi modal utama bagi bengkel ini untuk tetap bertahan dan berkembang di tengah persaingan industri logam dan perbengkelan.
“Idul Adha bukan cuma soal ibadah, tapi juga tentang kesiapan alat yang digunakan. Kami pastikan semua pesanan dalam kondisi tajam dan aman untuk digunakan,” pungkas Rama.
(Editor : Nando & Trias M.A)



