Tulungagung, jurnalmataraman.com – Seorang nelayan asal Lombok Tengah, Sultan San Sanauran (48), ditemukan meninggal dunia setelah perahu yang ia tumpangi bersama empat rekannya dihantam ombak besar saat mencari udang di perairan Pantai Molang, Tulungagung, pada Kamis pagi (19/6). Sebelum ditemukan tewas, korban dilaporkan tenggelam setelah perahu yang mereka gunakan pecah diterjang gelombang tinggi.
Peristiwa tragis ini terjadi pada Kamis dini hari, saat Sultan dan rekan-rekannya tengah mencari udang lobster di perairan Pantai Molang, Desa Pucanglaban, Kecamatan Pucanglaban. Menurut Mastur, salah seorang rekan korban, mereka berangkat dari Pantai Prigi, Trenggalek, pada Rabu petang dan tiba di Pantai Molang sekitar pukul 20.00 WIB. Pada malam hari, mereka mulai melaksanakan kegiatan mencari udang dengan cara menyelam, sementara dua orang, termasuk Sultan, tetap berada di atas perahu.
Sekitar pukul 01.30 WIB, perahu yang mereka tumpangi dihantam ombak besar dan pecah. Kedua korban yang berada di atas perahu tercebur ke laut, namun hanya satu korban yang berhasil selamat.
“Korban yang satu tidak bisa berenang dan akhirnya tenggelam, sementara saya dan tiga teman lainnya berhasil berenang ke pantai dan selamat,” ujar Mastur dalam keterangannya.
Jenazah Sultan Sanauran ditemukan beberapa jam setelah peristiwa tersebut, tepatnya pada Kamis pagi di sekitar Pantai Molang. Hingga Kamis sore, jenazah korban masih berada di Instalasi Kedokteran Forensik dan Mediko-Legal (IKF) RSUD Dr. Iskak Tulungagung untuk menjalani proses visum dan pemulasaraan.
Mastur menambahkan bahwa meski kondisi cuaca saat itu sedikit buruk, namun mereka tetap melanjutkan aktivitas mencari lobster.
“Kami tidak menyangka ombak bisa begitu besar, apalagi sampai merusak perahu yang kami tumpangi,” tambah Mastur dengan nada sedih.
Kepolisian setempat, bersama tim SAR dan pihak terkait, telah melakukan penyelidikan atas kejadian ini. Mereka juga berkoordinasi dengan pihak Rumah Sakit untuk memastikan penanganan jenazah korban sesuai dengan prosedur medis.
(editor : Trias M.A)



