Trenggalek ,jurnalmataraman.com — Tim gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap enam korban longsor yang dilaporkan hilang di Desa Depok, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek. Bencana longsor yang terjadi pada awal pekan ini menimbun sepuluh rumah warga, tiga di antaranya rata dengan tanah.
Longsor terjadi akibat runtuhnya tebing setinggi puluhan meter yang mengakibatkan kerusakan parah di RT 16 RW 7, Dusun Kebonagung. Enam orang penghuni rumah yang tertimbun diduga masih berada di dalam rumah saat kejadian berlangsung.
Hingga Selasa siang (20/5), pencarian belum dapat dilakukan secara maksimal. Akses jalan menuju titik longsor tertutup oleh timbunan material tanah setebal beberapa meter. Pemerintah Kabupaten Trenggalek telah mengerahkan alat berat untuk membuka jalan serta mempercepat proses evakuasi.
“Prioritas saat ini adalah membuka akses dan memastikan jalur menuju lokasi pencarian aman. Tanah di sekitar titik longsor masih labil, sehingga sangat berisiko bagi tim penyelamat,” ujar Nanang Pujo, Koordinator Pos Basarnas Trenggalek.
Selain medan yang berat dan akses yang tertutup, tim juga masih melakukan asesmen untuk memetakan jalur yang aman guna menghindari longsor susulan.
Pada Selasa pagi, sebanyak 135 personel gabungan dari Polres, Kodim Trenggalek, BPBD, dan Pos SAR Nasional Trenggalek dikerahkan ke lokasi. Mereka terlebih dahulu melakukan apel siaga sebelum memulai operasi pencarian korban.
“Kami akan berupaya maksimal dan tetap mengutamakan keselamatan seluruh tim dalam proses evakuasi,” tambah Nanang.
Hingga berita ini ditulis, belum ada korban yang berhasil ditemukan. Pihak berwenang mengimbau masyarakat sekitar untuk tetap waspada dan menjauhi area rawan longsor mengingat cuaca yang masih tidak menentu.
(Editor: Nando &Trias M.A)



