Tulungagung, jurnalmataraman.com – Menjelang musim penghujan Pemerintah Kabupaten Tulungagung mulai meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi. Pemerintah daerah menyiapkan anggaran sebesar Rp. 3 miliar melalui pos Biaya Tak Terduga (BTT) untuk penanggulangan bencana pada tahun 2025.
Sebagai bentuk kesiapan, Pemkab Tulungagung menggelar apel siaga bencana di Alun-alun Tulungagung pada Selasa pagi. Kegiatan ini melibatkan sekitar 700 personel gabungan dari BPBD, TNI, Polri, relawan, dan berbagai unsur masyarakat.

Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo dalam sambutannya meminta seluruh personel siaga bencana untuk selalu siap membantu masyarakat apabila terjadi bencana agar dampaknya bisa segera ditangani dan tidak menimbulkan korban jiwa.“Kesiapsiagaan adalah kunci utama. Kami berharap seluruh personel tanggap dan cepat bertindak saat terjadi bencana di wilayah masing-masing,” ujar Gatut Sunu Wibowo.
Berdasarkan data BPBD Tulungagung sepanjang tahun 2025 hingga Oktober ini telah tercatat tujuh kejadian banjir, tujuh kejadian tanah longsor serta belasan peristiwa angin kencang yang menyebabkan kerusakan pada sejumlah rumah warga.
Sementara itu, Kalaksa BPBD Tulungagung, Robinson P. Nadeak mengatakan pihaknya telah melakukan pemetaan terhadap wilayah rawan bencana sebagai langkah antisipasi dini.“Wilayah-wilayah dengan risiko tinggi sudah kami petakan agar penanganannya bisa lebih cepat dan terkoordinasi,” jelas Robinson.
Dengan kesiapan anggaran dan personel tersebut Pemkab Tulungagung berharap potensi bencana di musim penghujan tahun ini dapat ditangani lebih sigap sehingga risiko kerugian dan korban jiwa dapat diminimalkan.
( Editor : Faisal & Wahyu Adi )



