Tulungagung, jurnalmataraman.com – Pemerintah Kabupaten Tulungagung berencana menyiapkan infrastruktur pendukung berupa stasiun pengisian baterai becak listrik untuk mendukung program bantuan becak listrik dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Pembangunan fasilitas ini bertujuan agar para penerima bantuan tidak mengalami kesulitan saat melakukan pengisian daya baterai.
Sebanyak 200 tukang becak di Kabupaten Tulungagung dijadwalkan menerima bantuan becak listrik yang rencananya akan diserahkan pada Sabtu mendatang. Untuk menunjang operasional becak listrik tersebut, Pemkab Tulungagung akan membangun stasiun pengisian baterai di sejumlah lokasi strategis.

Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, mengatakan bahwa selain menyiapkan distribusi becak listrik, pemerintah daerah juga merencanakan penyediaan fasilitas pengisian daya gratis bagi para tukang becak. Lokasi yang menjadi prioritas pembangunan stasiun pengisian antara lain kawasan stasiun kereta api, terminal, serta titik-titik mangkal tukang becak yang mudah dijangkau dan aman digunakan.
“Sarana pengisian baterai ini penting agar bantuan becak listrik dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para tukang becak,” ujar Gatut Sunu Wibowo.
Saat ini, Dinas Perhubungan Kabupaten Tulungagung telah melakukan koordinasi dengan PT PLN (Persero) terkait penyediaan pasokan listrik. Selain itu, survei lapangan juga akan dilakukan untuk menentukan titik-titik pengisian baterai yang paling sesuai dengan kebutuhan para tukang becak.
Sementara itu, Koordinator Becak Listrik Yayasan GSN, Dimas Ramdana Prasetyo, menjelaskan bahwa baterai becak listrik yang diproduksi oleh PT Pindad mampu bertahan hingga empat jam operasional. Baterai tersebut juga dilengkapi garansi selama enam bulan dan dapat diganti apabila mengalami kerusakan.
Program bantuan becak listrik ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan tukang becak di Kabupaten Tulungagung sekaligus mendorong penggunaan transportasi ramah lingkungan di wilayah tersebut.
(Editor : Agus Bondan – Beny Setiawan)



