Nganjuk, jurnlamataraman.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk bersama Unit Reskrim Polres Nganjuk menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di wilayah setempat, Rabu (6/11). Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan kemurnian bahan bakar minyak (BBM) dan mengantisipasi adanya campuran air dalam BBM yang akhir-akhir ini marak terjadi di beberapa daerah.
Sidak dilakukan di tiga titik, yakni SPBU Kecamatan Prambon, SPBU Kelurahan Candirejo Kecamatan Loceret, dan SPBU Werungotok Nganjuk Kota.
Dalam pemeriksaan, petugas melakukan pengujian kandungan tangki BBM jenis Pertamax dan Pertalite dengan memasukkan pasta pendeteksi air. Hasilnya, tidak ditemukan adanya campuran air pada ketiga SPBU tersebut. Selain itu, petugas juga memasukkan BBM ke dalam tabung ukur untuk memastikan volume dan kualitas sesuai standar.

Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro mengatakan, sidak ini merupakan langkah antisipasi pemerintah daerah terhadap isu BBM bercampur air yang sempat meresahkan masyarakat.
“Sidak ini akan terus dilakukan secara berkelanjutan hingga ke seluruh SPBU di Kabupaten Nganjuk. Dari total 27 SPBU, tiga sudah kami periksa hari ini dan semuanya dinyatakan aman,” ujarnya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Nganjuk AKP Sukaca menegaskan bahwa pihak kepolisian akan menindak tegas jika ditemukan adanya praktik kecurangan.
“Kami akan menerapkan hukum sesuai ketentuan yang berlaku. Jika ada SPBU yang terbukti mencampur BBM dengan air atau mengurangi takaran, ancamannya bisa lebih dari lima tahun penjara,” tegasnya.

Dari pihak Pertamina, Anwar Hidayat, Sales Branch Manager 2 Area Kediri, memastikan bahwa pengiriman BBM ke seluruh SPBU di Nganjuk berasal dari terminal Madiun dan Surabaya, serta dipastikan aman dan sesuai standar kualitas Pertamina.
Rencananya, sidak akan kembali dilanjutkan pekan depan dengan menyasar 24 SPBU lainnya di wilayah Kabupaten Nganjuk untuk memastikan seluruh pasokan BBM tetap murni dan aman bagi masyarakat.
(Editor : Wahyu Adi)



