Blitar, jurnalmataraman.com – Ratusan siswa sekolah dasar se-Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar, beradu kemampuan mengolah si kulit bundar dalam ajang Festival Sepakbola Pra Wali Kota Cup. Berpusat di Lapangan Kelurahan Bendo, kompetisi ini menjadi ajang pemanasan sekaligus persiapan menuju gelaran bergengsi Piala Wali Kota Blitar bulan depan.
Turnamen usia dini tersebut sengaja diselenggarakan sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Olahraga Nasional. Bertanding dengan durasi dua kali lima belas menit, para pemain belia dituntut menunjukkan kerja sama tim, daya konsentrasi, serta skill menguasai bola di lapangan.
Lebih dari sekadar mengejar kemenangan, festival ini membawa misi penting dalam pembentukan karakter. Para pemain diajarkan secara langsung tentang fair play, mematuhi aturan main, bersaing secara sehat, dan menerima apa pun hasil pertandingan dengan lapang dada.
Pemandangan menarik salah satunya ditunjukkan oleh tim dari Kelurahan Sentul. Para siswa tetap ngotot memberikan penampilan maksimal, namun tidak lupa menunjukkan sikap saling menghargai baik kepada lawan maupun rekan satu tim. Kedisiplinan ini diharapkan bisa terbawa hingga ke kehidupan sehari-hari mereka.
Guru Olahraga SDN 1 Sentul Kota Blitar Dimas menuturkan, kompetisi ini sengaja dirancang agar sepak bola menjadi media belajar yang menyenangkan bagi anak-anak. Menurutnya, proses anak-anak dalam bermain dan berkembang jauh lebih penting daripada sekadar hasil akhir pertandingan.
“Festival Pra Wali Kota Cup ini diharapkan dapat menjadi wadah pembibitan atlet sepak bola usia dini di Kota Blitar, sekaligus menanamkan nilai sportivitas dan semangat berprestasi sejak sekolah dasar,” ungkap Dimas.(Pemanasan Jelang Haornas, Ratusan Siswa SD Adu Kemampuan di Pra Wali Kota Blitar Cup
Ratusan siswa sekolah dasar se-Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar, beradu kemampuan mengolah si kulit bundar dalam ajang Festival Sepakbola Pra Wali Kota Cup. Berpusat di Lapangan Kelurahan Bendo, kompetisi ini menjadi ajang pemanasan sekaligus persiapan menuju gelaran bergengsi Piala Wali Kota Blitar bulan depan.
Turnamen usia dini tersebut sengaja diselenggarakan sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Olahraga Nasional. Bertanding dengan durasi dua kali lima belas menit, para pemain belia dituntut menunjukkan kerja sama tim, daya konsentrasi, serta skill menguasai bola di lapangan.
Lebih dari sekadar mengejar kemenangan, festival ini membawa misi penting dalam pembentukan karakter. Para pemain diajarkan secara langsung tentang fair play, mematuhi aturan main, bersaing secara sehat, dan menerima apa pun hasil pertandingan dengan lapang dada.
Pemandangan menarik salah satunya ditunjukkan oleh tim dari Kelurahan Sentul. Para siswa tetap ngotot memberikan penampilan maksimal, namun tidak lupa menunjukkan sikap saling menghargai baik kepada lawan maupun rekan satu tim. Kedisiplinan ini diharapkan bisa terbawa hingga ke kehidupan sehari-hari mereka.
Guru Olahraga SDN 1 Sentul Kota Blitar Dimas menuturkan, kompetisi ini sengaja dirancang agar sepak bola menjadi media belajar yang menyenangkan bagi anak-anak. Menurutnya, proses anak-anak dalam bermain dan berkembang jauh lebih penting daripada sekadar hasil akhir pertandingan.
“Festival Pra Wali Kota Cup ini diharapkan dapat menjadi wadah pembibitan atlet sepak bola usia dini di Kota Blitar, sekaligus menanamkan nilai sportivitas dan semangat berprestasi sejak sekolah dasar,” ungkap Dimas. (Qithfirul Aziz)
(Editor : Trias / Tesa)





