Kediri, jurnalmataraman.com – Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Kota Kediri mulai memanaskan mesin pencarian bakat. Lewat gelaran turnamen bertajuk “Mas Dio Cup”, sebanyak 128 pebiliar dari seluruh penjuru Kota Kediri beradu ketangkasan di RB Pool & Cafe selama dua hari, mulai Kamis (21/5). Menariknya, turnamen ini tak hanya menyasar para pemain amatir atau pemula. Meja hijau biliar juga menjadi arena pertarungan bagi atlet-atlet senior dan para langganan Pusat Latihan Kota (Puslakot) yang biasa diterjunkan di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur.
Ketua POBSI Kota Kediri yang juga inisiator turnamen, Ricky Dio Febrian, menegaskan bahwa kejuaraan ini adalah panggung strategis untuk pembinaan. Anggota DPRD Kota Kediri tersebut menyebut, regenerasi adalah kunci untuk mempertahankan tradisi emas biliar Kota Tahu.”Turnamen ini bukan sekadar ajang unjuk kebolehan, tapi murni untuk menjaring bibit-bibit muda potensial. Kami ingin para atlet muda ini bisa menambah jam terbang dan mental bertanding dengan melawan pemain-pemain senior,” ujar Ricky Dio Febrian.
Track record biliar Kota Kediri di kancah regional memang tak bisa dipandang sebelah mata. Dalam tiga edisi Porprov Jatim terakhir, kontingen Kota Kediri sukses mendulang total 7 medali emas. Teranyar, pada Porprov di Malang Raya, mereka sukses membawa pulang 1 emas, 2 perak, dan 1 perunggu. Berbekal tren positif dan pembinaan berjenjang lewat turnamen seperti ini, Ricky mematok target tinggi untuk kejuaraan multievent mendatang. “Pada Porprov Jatim 2027 di Surabaya nanti, kami menargetkan biliar Kota Kediri bisa menyabet 3 medali emas,” tegasnya optimistis. Bagi para atlet biliar Kota Kediri yang telah menjalani Puslakot sejak awal tahun 2026, turnamen ini menjadi ajang pemanasan sekaligus evaluasi yang krusial. Dengan kompetisi lokal yang kompetitif, POBSI berharap regenerasi atlet biliar di Kediri tidak akan pernah putus.
(Editor : Saldi / Dundi )



