Trenggalek, jurnalmataraman.com – Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Trenggalek hingga menjelang akhir tahun anggaran 2026 masih belum menyentuh target. Realisasinya baru berada di kisaran 68 persen atau setara Rp6,2 miliar dari target yang ditetapkan sebesar Rp9,2 miliar.
Capaian yang belum menyentuh angka 70 persen tersebut mendapat sorotan tajam dari kalangan legislatif. Ketua Komisi II DPRD Trenggalek Mugianto menilai sisa waktu kurang lebih dua bulan harus dimaksimalkan oleh pemerintah daerah.
“Capaian yang belum menyentuh 70 persen ini perlu menjadi bahan evaluasi serius. Dengan waktu yang tersisa, pemda harus mengoptimalkan pemungutan retribusi dan memperketat pengawasan di lapangan,” tegas Mugianto.
Mugianto juga mengingatkan agar penyusunan target pendapatan pada tahun-tahun berikutnya harus memperhitungkan potensi riil di lapangan. Terlebih, pemerintah berencana mengalokasikan tambahan anggaran untuk pengembangan destinasi wisata pada 2027 mendatang.
Menanggapi sorotan tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Trenggalek Tony Widianto menjelaskan bahwa kendati secara persentase belum memenuhi target, penerimaan secara nominal sebenarnya mengalami kenaikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Menurut Tony, terdapat sejumlah tantangan eksternal yang memengaruhi arus kunjungan wisatawan ke objek wisata milik daerah. Faktor cuaca ekstrem, menjamurnya destinasi wisata baru di daerah tetangga, hingga mulai beroperasinya Jalur Lintas Selatan (JLS) mengubah pola perjalanan wisatawan.
“Terbukanya akses JLS dan bertambahnya pilihan destinasi di daerah sekitar membuat kunjungan menyebar dan tidak selalu terpusat pada objek wisata di Trenggalek,” ujar Tony Widianto.
Kendati demikian, Disparbud tetap mematok target PAD pariwisata sebesar Rp9,4 miliar untuk tahun 2027, atau naik Rp200 juta dibanding target tahun ini. Namun, pengerjaan proyek revitalisasi fisik di beberapa destinasi unggulan yang dijadwalkan tahun depan juga diakui berpotensi memengaruhi kenyamanan pengunjung selama proses renovasi berjalan.(SIMON BAGUS-MOCHAMMAD HERLAMBANG)
(Editor: Yusril / Trias)


