Trenggalek, jurnalmataraman.com – Musyawarah Daerah (Musda) ke-6 Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Trenggalek resmi digelar di Gedung Bhawarasa, Rabu siang. Forum tertinggi organisasi ini menjadi momentum evaluasi kinerja kepengurusan sekaligus penentuan arah baru organisasi untuk lima tahun ke depan.
Pembukaan Musda VI LDII Trenggalek ditandai dengan pemukulan gong oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Trenggalek, Sunyoto. Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh masyarakat, serta pengurus LDII Provinsi Jawa Timur.
Dalam arahannya, Sunyoto menyampaikan apresiasi atas peran aktif LDII yang dinilai konsisten mendukung pembangunan daerah. Menurutnya, organisasi kemasyarakatan Islam memiliki peran strategis dalam membantu pemerintah, khususnya dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM).
“Pemerintah daerah berkomitmen mendukung organisasi kemasyarakatan yang memiliki visi sejalan dengan arah pembangunan Kabupaten Trenggalek, terutama dalam mencetak SDM profesional religius menuju Trenggalek sebagai kota atraktif dan bagian dari Indonesia Emas 2045,” ujar Sunyoto.
Ia juga menekankan bahwa Musda harus menjadi forum strategis yang berpijak pada tiga pilar utama, yakni laporan pertanggungjawaban yang transparan, pemilihan pemimpin yang kredibel, serta penyusunan program kerja yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Sementara itu, Ketua DPD LDII Kabupaten Trenggalek, Suhariyanto, menjelaskan bahwa Musda VI menandai berakhirnya masa bakti kepengurusan periode 2020–2025. Forum ini sekaligus menjadi momentum penting untuk menentukan arah baru organisasi lima tahun mendatang.
Suhariyanto berharap siapa pun yang terpilih sebagai ketua nantinya mampu memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Trenggalek, sehingga program-program LDII dapat berjalan seiring dan berkontribusi langsung terhadap kemajuan daerah.
Dalam Musda kali ini, muncul dua nama yang diprediksi akan bersaing dalam pemilihan ketua, yakni Sobirin dan Koko Triyanto. Keduanya diharapkan mampu melanjutkan estafet kepemimpinan serta memperkuat peran LDII di tengah masyarakat.
Melalui tema Penguatan SDM Profesional Religius, LDII Trenggalek menegaskan komitmennya untuk terus menjadi motor penggerak terwujudnya masyarakat yang berdaya saing, berkarakter, dan berakhlak mulia di Bumi Menak Sopal.
(Editor : Wahyu Adi)



